Pilihan Cawapres Jokowi Goyang Kursi Ketum PBNU Said Aqil

Sabtu, 18 Agustus 2018 - Wisnu Cipto

MerahPutih.com - Persaudaran Alumni 212 (PA212) mendesak Kiai Said Aqil Siradj untuk mundur dari jabatannnya sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketum PBNU). Alasannya, Said dituding mengendors penunjukkan Rais Aam PBNU Ma'ruf Amin sebagai cawapres Joko Widodo (Jokowi).

"Kiai Said Aqil sebagai Ketua PBNU dan Kiai Maruf sebagai Rais Aam kalau mau berkiprah di politik harus segera meletakkan jabatannya," kata Ketua Umum Persaudaran Alumni 212 (PA212) Aminuddin, saat dimintai keterangan di Jakarta, Sabtu (18/8).

Aminuddin
Ketua Umum Presidium Alumni 212 Aminuddin. Foto: MP/Fadhli

Menurut Aminuddin, sesuai khittah NU 1926 secara tegas mengatur organisasi keagamaan terbesar di tanah air ini seharusnya tidak boleh ditarik-tarik ke dalam ranah politik praktis. NU, lanjut dia, adalah ormas Islam yang lebih konsen kepada dakwah dan pendidikan dan tidak boleh tergoda oleh politik praktis.

"NU kan sudah berkhittah bahwa jalur NU kan jalur dakwah kalau jalur politik sekarang ini kan ada PKB jadi kemarin kalau misalkan Pak Said Aqil ikut mengendors itukan menyalahi khittah," tutur Aminuddin.

maruf jokowi
Pasagan Bakal Capres Jokowi dan Cawpres Ma'ruf Amin. Foto: ANTARA

Terkait terpilihnya Kiai Ma'ruf Amin sebagai Cawapres, Aminuddin juga mendorong agar Kiai Ma'ruf segera mengundurkan diri dari berbagai jabatan di lembaga keagamaan, semisal MUI dan PBNU.

"Kita sebagai orang Nahdiyin kultural kita mengharapakan kiai Maruf untuk mundur dari jabatan-jabatannya dan sebagai Ketau MUI maupun Rais Aam PBNU."

"Saya takzim sama Gus Mus (Kiai Mustofa Bisri) bahwa beliau keras statement-nya, beliau (Kiai Ma'ruf) harus mundur," tandas pengurus organisasi yang terbentuk setelah demo 212 menuntut eks Gubernur Ahok dipidana jelang Pilkada DKI 2017 lalu itu . (Fdi)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan