Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Perputaran Uang dari Sektor Otomotif di Jawa Barat Capai Rp 1,5 Triliun

Zulfikar Sy - Minggu, 06 Maret 2022

MerahPutih.com - Perputaran uang dari sektor otomotif di Jawa Barat tumbuh baik meski di tengah pandemi COVID-19. Perputaran ekonomi otomotif ini berasal dari belanja bahan bakar minyak, penginapan, kuliner, hiburan, hingga pedagang kaki lima.

"Tercatat perputaran ekonomi dari sektor otomotif di Jabar per tahun mencapai Rp 1,2 triliun hingga Rp 1,5 triliun dari mulai belanja BBM, penginapan, kuliner, pedagang kaki lima, seniman, katering, transportasi, dan lain-lain," ungkap Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, saat memberi sambutan pada Acara Pelantikan Pengurus Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jabar di Aula Barat Gedung Sate, Kota Bandung, Sabtu (5/3).

Untuk itu, Gubernur berpesan kepada pengurus IMI Jabar masa bakti 2021-2025 yang baru saja dilantik agar memanfaatkan potensi tersebut. Terlebih 2022 ini merupakan tahun kebangkitan ekonomi.

Baca Juga:

IMX 2022 Padukan Otomotif dan Gaya Hidup

"Saya titip ke Kang Daniel (Ketua IMI Jabar) kita tingkatkan di tahun kebangkitan ekonomi ini di mana ekonomi otomotif harus naik berkali lipat," ujar pria yang akrab disapa Kang Emil.

Ia menyebut ekonomi otomotif ini bisa lebih meningkat dengan cara memperbanyak event otomotif di level kampung, kabupaten, provinsi, nasional, bahkan bertaraf internasional.

Selain itu, salah satu ekonomi otomotif yang akan digenjot adalah revitalisasi Sirkuit Internasional Sentul di Bogor.

Kang Emil menuturkan, sirkuit legendaris ini akan lahir kembali dengan konsep bangunan baru yang lebih baik dengan visi "be the best in the world".

"Kami bercita-cita Sirkuit Sentul reborn dengan konsep baru visinya be the best in the world," ucap Kang Emil.

Sirkuit Sentul pada 1997 pernah menggelar MotoGP. Kala itu, pebalap legendaris dunia Valentino Rossi masih mengawali kariernya.

Kang Emil ingin event dunia tersebut kembali digelar di Indonesia, tentunya dengan pembenahan Sirkuit Sentul.

"Tentu butuh revitalisasi, dan itu akan jadi dukungan dari kami untuk Sentul," katanya.

Baca Juga:

Insentif Otomotif dan Properti Incar Tabungan Kelas Menengah

Menurutnya, Jabar memiliki banyak komunitas otomotif yang apabila lebih dikembangkan bisa berprestasi di cabang olahraga otomotif. Bersama IMI Jabar, Kang Emil ingin potensi tersebut menjadi sebuah prestasi pada PON XXI tahun 2024 mendatang di Aceh dan Sumatera Utara.

"IMI Jabar harus memberikan sumbangsih mengembangkan potensi itu menjadi prestasi dibuktikan di PON XXI nanti," tuturnya.

Senada dengan Kang Emil, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali mengatakan, otomotif kini bukan hanya sekadar olahraga, melainkan sudah menjadi industri.

Pihak Kemenpora pun mengapresiasi otomotif di Jabar yang mampu menyumbang pertumbuhan ekonomi dengan jumlah mencapai lebih dari Rp 1 triliun.

"Saya setuju bukan hanya olahraga, otomotif pun sudah menjadi industri. Jabar sudah membuktikannya dengan sumbangan per tahun di atas Rp 1 triliun. Saya kira ini bisa kita dorong dengan cabor lainnya," ujar Menpora.

Ia mengungkapkan, dalam desain besar olahraga nasional ada dua hal yang ditekankan selain prestasi, yaitu sport industry dan sport tourism. Jabar sangat kaya akan industri dan sport tourism, sehingga tinggal ditingkatkan promosinya ke mancanegara.

"Jabar memiliki keduanya, tinggal dipaketkan dengan baik untuk dipromosikan ke luar negeri," kata Zainudin.

Adapun dalam pelantikan pengurus IMI Jabar, Daniel Mutaqien Syafiuddin bersama pengurus lainnya dilantik oleh Ketua IMI Pusat Bambang Soesatyo untuk memimpin IMI Jabar hingga empat tahun ke depan.

Selain dihadiri Menpora dan Gubernur Jabar, pelantikan juga disaksikan legenda otomotif nasional Tinton Suprapto dan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan. (Imanha/Jawa Barat)

Baca Juga:

Kolaborasi IMI dan Ancol Beach City Gairahkan Wisata Otomotif

Baca Artikel Asli