MerahPutih.com - Real Madrid dan Barcelona masih bersaing di puncak klasemen La Liga. Keduanya hanya terpaut satu poin menjelang paruh kedua musim.
Meskipun menjalani musim yang sangat berbeda, selisih tipis di klasemen membuat para penggemar siap untuk perebutan gelar yang bisa berlangsung hingga akhir musim.
Namun, Blaugrana sedikit lebih diunggulkan dibanding Los Blancos. Kini, Madrid masih menyesuaikan diri dengan metode Alvaro Arbeloa. Sementara itu, Hansi Flick masih harus menjaga konsistensi anak asuhnya.
Baca juga:
Keputusan Sudah Bulat, Barcelona Siap Permanenkan Marcus Rashford
Bagaimana Barcelona Bisa Mempertahankan Gelar LaLiga Musim ini?
>
Barcelona masih berpeluang pertahankan gelar La Liga musim ini. Foto: Dok. FC Barcelona
Faktor utama yang bisa menghalangi Barcelona musim ini adalah lini pertahanan mereka. Musim lalu, Barcelona terkadang terlihat rentan, tetapi berhasil mengatasi sebagian besar lawan mereka, meskipun bukanlah pertahanan terbaik di divisi tersebut.
Kehilangan Inigo Martinez masih terasa. Di luar kepemimpinannya, kemampuan umpannya, dan kaki kirinya, rotasi pemain yang digunakan Pau Cubarsi membuktikan bahwa Flick tidak yakin dengan pilihan pemain di sampingnya.
Sementara itu, Jules Kounde juga mengalami kesulitan sepanjang musim di posisi bek kanan.
Baca juga:
Alvaro Arbeloa Bawa Angin Segar ke Real Madrid, Suasana Ruang Ganti Makin Membaik
Kekhawatiran utama lainnya bagi Barcelona adalah cedera. Pedri dan Raphinha lebih sering absen dibanding musim lalu. Mereka menjadi pemain yang lebih cocok dengan sistem berisiko tinggi Flick.
Pertama, menambahkan kontrol. Lalu, kedua memberikan keunggulan dengan atau tanpa bola. Demikian pula, Lamine Yamal telah berjuang melawan hernia sepanjang musim ini.
Real Madrid Masih Mampu Kalahkan Barcelona
>
Real Madrid bisa salip Barcelona dalam perebutan gelar La Liga. Foto: Dok. Real Madrid
Real Madrid menunjukkan di edisi El Clasico pertama, bahwa mereka mampu bersaing dengan Barcelona. Namun, cedera juga ikut memainkan peran penting.
Tidak ada konsistensi di lini belakang mereka sejak Oktober 2025 lalu. Kemudian, masalah pertahanan mereka telah menghancurkan skuad.
Sebelum kekalahan dari Atletico Madrid, Los Blancos memenangkan tujuh pertandingan pertama dan hanya kebobolan empat gol.
Gol-gol Kylian Mbappe memungkinkan Madrid untuk memenangkan pertandingan. Namun, jika lawan dapat mencetak dua gol, maka skuad asuhan Arbeloa akan kesulitan untuk meraih tiga poin.
Baca juga:
Barcelona Putuskan Mundur dari Liga Super Eropa, Proyek Makin Terpuruk
Masalah mencolok lainnya bagi Arbeloa adalah ketidakmampuan mereka untuk mengontrol permainan di lini tengah.
Hal ini menyebabkan pilihan antara mengurangi ancaman serangan dan menjaga permainan agar tidak terlalu kacau. Lalu, bisa juga mencoba untuk mengungguli lawan atau sesuatu yang telah menyebabkan kesulitan dalam penyelesaian akhir. (sof)