Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Fun

Penyebar Informasi Salah di Twitter Didakwa 10 Tahun Penjara

Ikhsan Aryo Digdo - Jumat, 29 Januari 2021

DEPARTEMEN Kehakiman Amerika Serikat mengumumkan telah mendakwa pengguna Twitter yang diduga menyebarkan informasi salah selama pemilihan presiden AS pada 2016 di Twitter.

Douglass Mackey dari West Palm Beach, Florida, dituduh bekerja sama dengan orang lain untuk menyebarkan informasi yang salah. Informasi salah itu diduga dirancang untuk mencabut hak konstitusional individu untuk memilih. Mackey telah didakwa melanggar undang-undang konspirasi hak sipil. Jika terbukti, ia akan menghadapi hukuman 10 tahun penjara.

Baca juga:

Akun Twitter Bill Gates, Elon Musk, Hingga Barack Obama Dibajak Hacker, Kok Bisa?

Sebuah laporan pengaduan mengatakan bahwa di antara September 2016 dan November 2016, Mackey (yang menggunakan alias “Ricky Vaughn” di Twitter) menyebarkan informasi salah kepada para pengikutnya. Ia mencoba untuk meyakinkan para pemilih pemilu bahwa ada cara yang memungkinkan untuk memberikan suara mereka dengan mengirimkan pesan teks (SMS).

Mackey dikaitkan dengan banyak obrolan grup pendukung Trump. (Foto: Unsplash/Sara Kurfess)

Menurut pengaduan tersebut, Mackey dikaitkan dengan banyak obrolan grup pendukung Trump, termasuk satu dengan nama "War Room". Beberapa individu dalam grup itu diduga bertukar ide tentang bagaimana mereka dapat mempengaruhi pemilu 2016.

Salah satu contohnya termasuk sebuah draft meme di internet yang membagikan informasi palsu. Informasi itu menyiratkan jika Hillary Clinton adalah presiden, dia akan mendukung perempuan yang memenuhi syarat untuk draf tersebut.

Baca juga:

Twitter Berantas Penyebar Teori Konspirasi 5G Virus Corona

Keluhan tersebut juga menjelaskan secara detail pada September 2016, 4.900 nomor telepon unik mengirimkan suara mereka ke nomor yang dituliskan Mackey di media sosial. Saat itu dirinya berusaha meyakinkan para pengikutnya bahwa mereka bisa memberikan suara melalui pesan teks di ponsel.

Twitter telah beberapa kali menangguhkan akun milik Mackey. (Foto: Unsplash/nathan dumlao)

Twitter telah beberapa kali menangguhkan akun milik Mackey karena melanggar persyaratan layanannya. Namun dalam tiga kesempatan terpisah, Mackey kembali menggunakan twitter dengan akun yang berbeda. Nama akun tersebut masih terkait dengan alias Ricky Vaughn.

Mackey tetap menjadi anonim hingga The Huffington Post dapat mengidentifikasinya pada 2018, dan membuka identitasnya. Nama alias Mackey berada di peringkat di antara 150 pemberi pengaruh teratas pada pemilu 2016, peringkat 107, demikian menurut analisis Media Lab MIT . (kna)

Baca juga:

Kembali Terjadi, Twitter Tandai Video Trump sebagai Manipulasi Media

Baca Artikel Asli