PENULIS Amerika Serikat George Saunders meraih Man Booker Prize 2017, penghargaan tinggi di bidang sastra, untuk novel pertamanya, "Lincoln in the Bardo".
Saunders adalah penulis kedua Amerika Serikat meraih hadiah tersebut setelah peraturan penghargaan tersebut diubah pada 2014 untuk memungkinkan penulis buku dalam bahasa Inggris dan diterbitkan di Inggris bersaing.
Novel yang dibuat Saunders berlatar belakang masa 1862, setahun menuju perang saudara Amerika Serikat. Novel ini menceritakan tentang kisah Abraham Lincoln dan anaknya Willie yang meninggal di Gedung Putih pada usia 11.
Panel juri, yang dipimpin oleh penulis dan anggota House of Lords Inggris Lola Young, memuji buku tersebut "sangat menggugah", dengan mengatakan bahwa buku tersebut seperti "benar-benar terasa asli".
Pada tahun lalu, Paul Beatty menjadi orang pertama Amerika Serikat meraih penghargaan tersebut dengan novelnya "The Sellout", yang merupakan bentuk sindiran menggigit pada hubungan ras di AS.
Sedangkan penghargaan Man Booker Prize 2017 hanya terbuka untuk penulis dari Inggris, Irlandia, Zimbabwe atau negara Persemakmuran Inggris. Pemenangnya menerima hadiah uang tunai 50 ribu pound atau sekitar 650 juta rupiah. (*)
Selain artikel ini Anda juga bisa baca Black Panther, Lebih dari Sekedar Superhero