Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Pengerjaan Skybridge Molor Terus, Ini Penjelasan Pemprov DKI Jakarta

Andika Pratama - Rabu, 07 November 2018

MerahPutih.com - Pengerjaan Skybridge, Tanah Abang belum juga selesai dari target yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Pada Senin 5 November 2018 kemarin proyek Skybridge progresnya mencapai 92 persen. Padahal dalam target awal JPM sepanjang kurang lebih 400 harus kelar pembangunan pada 15 Oktober 2018 lalu.

Ia pun mengebut pengerjaan proyek senilai kurang lebih Rp 35 miliar tersebut dengan menambah tenaga kerja sekitar 30 pegawai dengan dipekerjakan selama 24 jam nonstop.

"Pokoknya kita berusaha menyelesaikan secepatnya. progres per-kemarin sudah 92%. Menambah lagi tenaga kerja di sana, kurang lebih ada 30 orang untuk bisa kita selesaikan secepatnya," kata Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya Yoory C Pinontoan saat dihubungi, Selasa (6/11).

Sejumlah kios yang disiapkan di skybridge Tanah Abang
Penampakan Skybridge Tanah Abang yang baru rampung 85 persen (MP/Asropih)

Yoory pun menjelaskan kenapa proyek JPM yang menampung 446 Pedagang Kaki Lima (PKL) Tanah Abang molor dari target. Menurut dia, kawasan Skybridge menjadi tempat lalu lalang masyarakat dan para PKL menjajakan dagangannya yang dapat mengganggu pekerjaan JPM.

"Tantangan di lapangan itu sebenrnya banyak. 1 lahan area kerja itu bukan area kosong. itu tempat orang lalu lalang, pedagang juga masih berjualan. itu kan mempersempit area kerja kita," tuturnya.

Kemudian alasan lain pembangunan Skybridge tak tepat waktu karena ada perubahan desain awal dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta.

"Yang semula di split, tapi ternyata kita lihat dilapangan untuk keamanan untuk persiapan itu kita tambah pondasinyaa biar lebih kuat. Begitu kita gali kedalaman 1 setengah meter utilitas di bawah itu banyak bgt ternyata. harus kita sesuaikan lagi semuanya," ungkapnya. (Asp)

Baca Artikel Asli

BERITA TERKAIT