Pengamat: Pilkada 2018 Pemilih akan Terbagi Dua Suara

Selasa, 07 November 2017 - Noer Ardiansjah

MerahPutih.com - Sosiolog Universitas Indonesia (UI) Thamrin Tomagola memprediksi pemilih pada pilkada serentak 2018 akan terbelah dua.

"Kelompok Islam konservatif yang mengangkat isu komunisme dan kelompok nasionalis yang mengangkat isu toleransi dan kemajemukan," kata Thamrin saat ditemui di Gedung KPU, Selasa (7/11).

Menurutnya, isu tersebut akan terus digiling dan dieksploitasi pada Pilkada 2018 mendatang. Bahkan, sampai Pilpres 2019.

"Ini yang saya bilang, sejak Pilkada DKI itu sudah terbelah dua, yaitu sekelompok muslim perkotaan yang mengangkat Islam, konservatisme, dan PKI. Sedangkan kelompok sini yang mengangkat nasionalisme dan toleransi. sudah terbelah dua," katanya.

Refleksi dari Pilkada DKI itu, kata dia, pemilih akan semakin sadar dengan pilihan politiknya. Pemilih justru akan semakin antusias mengikuti pilkada serentak di 2018 karena mereka berharap pada Pilpres 2019 mendatang.

"Nanti masing-masing mereka akan pilih kepala daerah, kira-kira dia bagian dari kita, misalnya saya kelompok 212, saya akan melihat dia akan bisa menghasilkan presiden yang 212 atau enggak," katanya.

Dia pun meyakini, Pilkada 2018 akan memunculkan gesekan kuat dari setiap kelompok tersebut. "Kepentingannya bukan hanya soal pilkada, tapi dengan mata melihat ke 2019," tandasnya. (Fdi)

Bagikan

Baca Original Artikel

Berita Terkait

Bagikan