Pemprov DKI dan Banten Teken MoU Pengembangan MRT Kembangan - Balaraja

Rabu, 04 Februari 2026 - Ananda Dimas Prasetya

MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Pemprov Banten menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait pengembangan potensi perluasan MRT Lintas Timur–Barat Fase 2 rute Kembangan–Balaraja.

Penandatanganan MoU ini menjadi langkah awal pengembangan transportasi massal modern yang akan menghubungkan wilayah Jakarta dan Banten sepanjang kurang lebih 30 kilometer.

Proyek tersebut diharapkan mempermudah PT MRT Jakarta dalam mengembangkan kawasan Transit-Oriented Development (TOD) di sejumlah titik strategis dekat stasiun.

PT MRT Jakarta selanjutnya akan mulai melakukan kajian pembangunan jalur MRT Lintas Timur–Barat Fase 2 tersebut.

“Hari ini kita mencatat sejarah penting kerja sama antara Pemerintah Provinsi Banten dan Pemprov DKI Jakarta untuk pengembangan MRT,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (4/2).

Baca juga:

Gubernur Pramono Dorong Percepatan MRT Jakarta hingga Kota Tua, Ditargetkan Beroperasi 2029

Menurut Pramono, jika proyek pengembangan MRT Kembangan–Balaraja berjalan sesuai rencana, manfaatnya akan dirasakan oleh berbagai pihak, mulai dari Pemprov DKI Jakarta, Pemprov Banten, PT MRT Jakarta, hingga pengembang.

“Ini semacam simbiosis mutualisme, saling menguntungkan antara Pemerintah Jakarta, Pemerintah Banten, pengembang, dan MRT sendiri dalam hal pembiayaan dan sebagainya,” ujarnya.

Pramono mencontohkan keberhasilan pembangunan MRT Utara–Selatan rute Bundaran HI–Lebak Bulus yang melibatkan berbagai institusi internasional serta dukungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Strategi serupa akan diterapkan pada pengembangan MRT Lintas Timur–Barat Fase 2.

“Akan kami lakukan yang sama untuk mengembangkan fase 2 Kembangan–Balaraja yang akan segera kita persiapkan dan matangkan, termasuk studinya,” ucap Pramono.

Ia berharap proyek MRT Kembangan–Balaraja dapat mulai dibangun dalam waktu satu hingga dua tahun ke depan.

“Kalau itu bisa dilakukan akan sangat baik bagi Jakarta, Banten, dan tentunya bagi transportasi yang ada di Indonesia,” katanya.

Baca juga:

Cincin Donat MRT Jakarta Hubungkan 4 Gedung Sultan di Dukuh Atas Mulai 2026

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan bahwa proyek MRT Kembangan–Balaraja merupakan cita-cita lama untuk mengurai kemacetan, terutama akibat tingginya mobilitas pekerja yang menggunakan kendaraan pribadi.

“Dirancang oleh Provinsi Jakarta, tentu bermanfaat bagi Provinsi Banten. Kami berbatasan langsung dengan ibu kota, dan sebagian besar warga kami bekerja di Jakarta lalu kembali pada jam-jam tertentu, sehingga kemacetan juga terjadi di wilayah kami,” ujarnya.

Menurut Andra, kehadiran transportasi massal terintegrasi ini juga akan mendorong perubahan gaya hidup masyarakat, khususnya di kawasan perbatasan Jakarta dan Banten.

“Terima kasih sekali lagi kepada seluruh pihak atas terlaksananya MoU ini,” tutupnya. (Asp)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan