Pemerintah Akui Industri Otomotif Berada dalam Tekanan
Jumat, 22 November 2024 -
Merahputih.com - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengakui industri otomotif Indonesia saat ini dalam kondisi yang tidak baik-baik saja. Saat ini, industri otomotif tengah terjadi kelesuan pasar.
"Saat ini industri otomotif sedang berada dalam tekanan, kita harus akui itu. Berbagai macam teori, kenapa industri otomotif mendapatkan tekanan? menurut saya akibat yang paling utamanya adalah kelesuan pasar," ujar Agus Gumiwang, Jumat (22/11).
Baca juga:
GJAW 2024 Hadirkan Sederet Aktivitas Motorsport Menantang, Apa Saja?
Ia mengatakan dari kelesuan pasar tersebut akhirnya membuat daya beli masyarakat jadi melemah. Namun, ia tidak setuju jika ada spekulasi yang menyebut ada alasan politik atau pilpres di balik rendahnya penjualan otomotif.
"Ada yang mengatakan karena maslah politik, pilpres, menurut saya itu bukan menjadi penyebab utamanya," kata dia.
Ia sempat mengamini pernyataan dari Ketua Umum Gaikindo, Yohanes Nangoi bahwa ada revisi target produksi otomotis yang terbilang cukup besar. Hal itu merupakan bagian dari tekanan yang dihadapi industri ini.
"Kami Kementerian Perindustrian memaklumi adanya keharusan merevisi target secara realistis," katanya.
Menurut Agus, penurunan target penjualan kendaraan sekitar 300 ribu unit diperkirakan menimbulkan dampak negatif terhadap ekosistem industri otomotif nasional.
"Penurunan 300 ribu unit itu bisa membawa dampak negatif backward and forward linkage terhadap sektor industri otomotif kita sebesar Rp10,6 triliun. It's a big number, tapi itu challenge kita, itu problem kita yang harus kita face, harus kita hadapi," katanya.
Baca juga:
GJAW 2024 akan Tampilkan Parade 1.000 Mobil Terbaru Hingga Modifikasi
Sementara, Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi berharap pemerintah memberikan stimulus untuk membantu menjaga pasar kendaraan di dalam negeri.
"Kita sangat mengharapkan perhatian dari pemerintah, khususnya dari Kemenperin RI, untuk memberikan kemungkinan adanya stimulus untuk menjaga pasar kendaraan Indonesia," kata Nangoi.