Pembunuh Ustaz di Bandung Dinyatakan Gila, Begini Reaksi Masyarakat

Sabtu, 03 Februari 2018 - Zaimul Haq Elfan Habib

MerahPutih.com - Pihak kepolisian Polrestabes Bandung menyatakan pelaku penganiayaan hingga berujung meninggal dunia terhadap Komandan Brigade Persatuan Islam (Persis) Ustaz Prawoto yaitu Asep Maptuh (45) mengalami gangguan jiwa.

Namun berbeda dengan pernyataan warga sekitar yang menyatakan pelaku tak memiliki gangguan kejiwaan. Sebab, komunikasi antar pelaku dengan tetangga masih berjalan lancar.

Adik ipar korban, H Didin mengungkapkan, sering bertegur sapa dengan pelaku dan melihat kondisinya normal. Selain itu, pelaku yang tinggal berdekatan dengan korban berdasarkan keterangan warga sering berkegiatan hiburan karaoke.

"Dia tidak gila, normal. Kalau punya uang biasanya karaokean. Tapi kalau gak punya uang suka ngamuk. Makanya heran ketika dinyatakan gila," ungkap Didin saat ditemui di rumahnya, Cigondewah Kidul, Kota Bandung, Sabtu (3/2).

Dilanjutkan Didin, memang pelaku bermukim di kediaman milik adiknya yang bersebelahan dengan rumahnya dan rumah korban. Tak hanya itu, beberapa kali dikatakan Didin pelaku memang sering membahayakan orang lain dengan membakar sebagian rumahnya sendiri.

"Pernah kejadian membakar sebagian rumahnya. Alasannya gak jelas kenapa," bebernya.

Ditambahkannya, selain pelaku sehari-hari tidak bekerja, juga tidak pernah masuk rumah sakit jiwa. "Dia gak pernah masuk rumah sakit jiwa. Sebenarnya dia tidak gila, karena sering bertegur sapa," ungkapnya.

Pernyataan sebelumnya dari Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Hendro Pandowo membeberkan kejadian tersebut berawal saat pelaku menggedor rumah korban dengan mengambil potongan besi. Karena tidak ada jawaban dari korban, pelaku pun merusak atap rumah korban dengan melempar pakai batu.

"Kemudian ditegur oleh korban dan pelaku pun mengejar korban sambil membawa potongan besi. Korban terjatuh dan langsung dipukul pelaku," ujarnya.

Akibat pemukulan yang dilakukan pelaku, korban mengalami luka serius, dan dilarikan ke rumah sakit. Sayang, nyawa korban tidak bisa diselamatkan. Tak lama setelah kejadian, polisi berhasil mengamankan pelaku. Dari penyelidikan sementara, pelaku di ketahui memiliki kelainan jiwa.

"Diduga mengalami depresi, sementara dilakukan observasi di RSJ Cisarua," jelas Hendro. (*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Yugie Prasetyo, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Bandung dan sekitarnya. Baca juga berita Yugie dalam artikel berikut: Lihat Nih Genitnya Ibu-ibu Pendukung Buni Yani yang Tak Bisa Masuk Ruang Sidang

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan