Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Olahraga

Pembalap Red Bull KTM Didiskualifikasi Pakai Oli Ilegal, Veda Ega Pratama Menyodok ke Peringkat Empat Klasemen Moto3

Angga Yudha Pratama - Jumat, 05 Juni 2026

Merahputih.com - Aroma pelumas terbakar dan deru mesin silinder tunggal khas Moto3 di MotoGP Katalunya 2026 menyisakan drama pasca balapan.

Saat bendera finis sirkuit Barcelona sudah lama berkibar, keputusan mengejutkan pengawas balap justru mengubah nasib pembalap muda asal Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Lewat revisi hasil resmi akibat pelanggaran teknis lawan, Veda Ega Pratama mendadak ketiban untung besar dalam perebutan takhta klasemen sementara Moto3 2026. Veda Menyodok ke Posisi empat klasemen sementara Moto3.

Baca juga:

Kondisi Terkini Alex Marquez usai Kecelakaan Horor di MotoGP Catalunya 2026

Steward FIM MotoGP menjatuhkan hukuman diskualifikasi kepada pembalap Red Bull KTM Ajo, Brian Uriarte. Sanksi berat ini muncul setelah petugas menemukan penggunaan oli di luar spesifikasi resmi pada motor Uriarte saat akhir pekan balapan 17 Mei lalu.

Meskipun pengumuman hukuman baru keluar pasca-seri Italia, pencoretan hasil tetap berlaku untuk seri Katalunya.

"Pemakaian oli resmi tanpa penambahan atau penggantian wajib dilakukan. Direktur Teknis mungkin memerlukan sampel oli untuk diambil dari tim atau mesin manapun sewaktu-waktu,"

tulis Steward FIM MotoGP dalam pernyataan resmi.

Dampak Perubahan Klasemen Balap

Pembalap

Keputusan tegas Steward FIM MotoGP tentu saja mengubah konstelasi persaingan papan atas secara drastis. Berikut rincian perubahan poin serta posisi pembalap pasca-revisi hasil MotoGP Katalunya:

Pihak Red Bull KTM Ajo dan Brian Uriarte masih memiliki hak mengajukan banding resmi atas keputusan Steward FIM.

Baca juga:

Raih 15 Poin di GP Prancis, Pembalap Indonesia Veda Ega Tembus 5 Besar Klasemen Moto3

Namun, fokus utama para pembalap kini langsung beralih menuju seri kedelapan di Sirkuit Balaton Park, Hungaria, pada 5-7 Juni 2026.

Momentum emas ini menjadi kesempatan besar bagi wakil Indonesia untuk memperkuat dominasi peringkat atas dunia.

Baca Artikel Asli