Pejabatnya Banyak Tertangkap KPK, Gubernur Jatim Minta Maaf
Selasa, 19 September 2017 -
MerahPutih.com - Rentetan tertangkapnya pejabat di Jawa Timur oleh KPK membuat Gubernur Jawa Timur Soekarwo meminta maaf.
"Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Mudah-mudahan kasus tertangkapnya Wali Kota Batu Edy Rumpoko adalah kasus terakhir di Jawa Timur," kata Soekarwo saat di Gedung Grahadi, Senin (18/9) malam.
Soekarwo menilai, tertangkapnya Eddy Rumpoko karena suap merupakan ujian bagi pemerintah Jawa Timur. Lebih-lebih bisa menjadi renungan bagi pejabat lainnya.
"Mudah-mudahan ini menjadi renungan bagi semua pejabat di Jawa Timur untuk tidak melakukan sesuatu yang salah. Sekali lagi kami berharap ini yang terakhir," ulang Soekarwo.
Sementara dalam kesempatan yang sama, Soekarwo melantik Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Batu.
Hal itu sesuai Surat Keputusan dari Menteri Dalam Negeri Nomor. 131.35/4269/SC atas UU nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah sebagaimana diubah dalam UU nomor 9 tahun 2015, tentang perubahan kedua atas UU 3 tahun 2013, tentang Pemerintah Daerah, Pasal 65 ayat 3, bahwa kepala daerah yang sedang menjalani tahanan dilarang menjalankan tugas.
"Pengangkatan Wali Kota ini demi kelancaran sistem monitoring pemerintahan di Kota Batu," ujarnya.
Seperti diketahui Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan OTT terhadap Wali Kota Batu Eddy Rumpoko. Dalam penangkapan tersebut KPK menyita uang senilai Rp 300 juta. (*)
Berita ini merupakan laporan dari Budi Lentera, kontributor merahputih.com untuk wilayah Surabaya dan sekitarnya. Baca juga berita lain terkait penangkapan Wali Kota Batu dalam artikel: Disebut Terima Suap Untuk Beli Alphard, Ini Jawaban Walikota Batu Eddy Rumpoko