Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Indonesiaku Travel

Pasar Sindhu, Pasar Tradisional Favorit Turis Lokal dan Bule di Bali

Luhung Sapto - Senin, 20 Februari 2017

Pasar Sindhu di Sanur, Denpasar adalah pasar tradisional. Tapi, stigma pasar tradisional yang lekat dengan bau, pengap, dan becek tidak terlihat pada Pasar Sindhu.

Pasar mulai beroperasi sejak pukul 03.00 WITA sampai 12.00 WITA. Pasar ini diisi sekira 361 pedagang, yang menempati los dan toko. Ada tiga los utama di Pasar Sindhu, yakni Los A untuk para pedagang yang menjual alat upacara dan buah-buahan. Kemudian Los B untuk pedagang sembako dan jajanan Bali. Dan, Los C untuk pedagang yang menjual daging dan ikan.

Penataan los pedagang terlihat rapih berdasarkan jenis dagangan yang dijual. Dengan demikian pembeli lebih mudah menemukan barang kebutuhan mereka. Hal ini sesuai dengan angan-angan Menteri Perdagangan RI Marie Elka Pangestu.

Pasar Sindhu Sanur, Denpasar, Bali menjadi favorit warga lokal dan wisatawan asing untuk berbelanja. (Instagram tirzahjessica)

Saat diresmikan pada 4 Agustus 2010, Marie Elka Pangestu menginginkan Pasar Sindhu mempertahankan nilai-nilai pasar tradisional, sebagai pasar ramah dan segar. Pasar Sindhu dibangun di atas lahan seluas 52 are atau 5.200 m2 dengan menghabiskan biaya Rp3,5 miliar

Maksudnya, penjual memberikan sambutan kepada pengunjung baik pembeli atau wisatawan walau hanya sekedar bertanya-tanya di pasar tersebut. Kemudian, bahan pokok yang dijual di pasar ini dijamin kesegarannya.

Kini, Pasar Sindhu menjadi salah satu favorit belanja warga kota untuk kebutuhan sehari-sehari. Bahkan, Pasar Sindhu menjadi destinasi kunjungan WNA yang sedang berlibur di Bali untuk sekedar berbelanja atau berburu aneka kuliner tradisional.

Baca Artikel Asli