Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Ormas Muslim Siap Kerahkan Massa Lindungi KPK

Noer Ardiansjah - Selasa, 10 Februari 2015

MerahPutih Nasional - Ketua Tim Pengacara Muslim (TPM), Mahendradatta bersama beberapa pengurus organisasi kemasyarakatan Islam menyambangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kedatangan mereka untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di tubuh KPK.

"Kami mendengar langsung dari hati ke hati penuturan beliau (Komisioner KPK)," kata Mahendradatta, di KPK, Jakarta, Selasa (10/2).

Dari pertemuan tersebut, Mahendratta yakin serangan terhadap KPK adalah kriminalisasi untuk melemahkan lembaga antirasuah itu. Karena itu, pihaknya siap memberikan pembelaan hukum.

"Kami (juga) bisa melakukan perlawanan hukum, kami punya hak untuk menguji materiil Keppres yang menurut kami janggal," katanya.

Mahendradatta meminta agar KPK tidak pernah mundur dari tekanan yang menerpa. Bahkan dirinya dan kaum ulama siap untuk mengerahkan massa.

"Eskalasi pengerahan massa yang demikian meningkat, kami serahkan kepada pimpinan ormas Islam yang memiliki santri dan murid yang tidak sedikit," katanya.

Mahendratta juga menuding segala tudingan yang dilakukan terhadap KPK adalah sebuah propaganda untuk memojokkan pimpinan KPK. Propaganda tersebut untuk melemahkan institusi KPK.

"KPK bukan yang diajari untuk propaganda, kami akan bantu meng-counter propaganda. Kami wajib mengajak pimpinan ormas untuk tidak termakan propaganda (melemahkan KPK)," tandasnya.

Seperti diketahui, dalam dua bulan terakhir terjadi kekisruhan melanda KPK semenjak lembaga ini menetapkan status tersangka kepada Komjen Budi Gunawan yang baru saja ditetapkan sebagai Kapolri. Budi dinilai terlibat kasus rekening gendut. Hal tersebut langsung "dibalas" dengan penangkapan serta penetapan tersangka Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto oleh Bareskrim Polri. Sejak itu, semua pimpinan KPK dari Abraham Samad, Adnan Pandu Praja dan Zulkarnain juga diberondong tudingan kasus pidana. Bahkan, Abraham Samad diseret kasus pelanggaran etika karena dinilai menyalahgunakan jabatan karena berkali-kali merapat ke elite PDIP agar dijadikan Wakil Presiden jelang Pemilu 2014. Samad pun diterpa isu foto seronok sejumlah perempuan. (mad)

Baca Artikel Asli

BERITA TERKAIT