Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup

Niksen, Cara Mudah Menghalau Stres

Dwi Astarini - Sabtu, 25 Juli 2020

ELIZABETH Gilbert dalam bukunya, Eat, Pray, Love, pernah menulis bahwa orang Italia ialah yang paling tahu the art of doing nothing alias diam dan tidak melakukan apa-apa.

Dari orang Italia lah Gilbert belajar bahwa seni untuk diam dan bersantai bisa melepaskan beban dan stres. Di saat pandemi, ketika tingkat stres ada di level tinggi, cara orang Italia itu bisa banget diterapkan.

Warga Eropa telah mengenal niksen. Itu merupakan sebuah konsep dari Belanda yang dapat diartikan 'tidak melakukan apa-apa'. Secara harfiah, niksen berarti 'tidak melakukan apa-apa, diam, atau melakukan sesuatu tanpa ada gunanya'. Demikian diungkapkan Carolien Hamming, Diirektur Pelaksana SCR Centrum, pusat pelatihan di Belanda yang membantu klien mengelola stres dan pulih dari kejenuhan.

BACA JUGA:

Sulit Merasakan Bahagia? Jangan-Jangan Kamu Cherophobia

Berlatih niksen cukup gampang. Kamu bisa memulai dengan sekadar jalan-jalan, melihat sekeliling atau mendengarkan musik. Seperti dilansir Time, Hamming menyebut selama kegiatan itu 'tanpa tujuan' alias tidak dilakukan untuk menjadi produktif, itu berarti kamu sudah melakukan niksen.

Pilihan lain, kata Ruut Veenhoven, seorang sosiolog dan profesor di Erasmus University Rotterdam yang mempelajari kebahagiaan, kamu bisa hanya duduk di kursi dan melihat ke luar jendela untuk melakukan niksen. Menurutnya, niksen lebih ke arah membiarkan pikiran kamu berkeliaran daripada fokus pada detail dari suatu tindakan.

Diam Melawan Stres

window
Hanya duduk diam dan melihat ke luar jendela. (foto: Unsplash/alexandre chambon)

Tingkat stres yang melonjak di AS dan secara global telah memicu berbagai dampak buruk bagi kesehatan, semisal kelelahan. Niksen dianggap sebagai salah satu cara positif melawan stres.

Direktur pelatihan di Greater Good Science Center di University of California yang mempelajari stres dan kelelahan, Eve Ekman, melihat manfaat nyata dari mengurangi kegiatan. Manfaat itu termasuk menurunkan kecemasan, membatasi proses penuaan, dan memperkuat kemampuan tubuh melawan flu.

Sementara itu, Veenhoven, menyebut manfaat lain dari niksen ialah membantu orang-orang menemukan ide-ide baru. "Bahkan ketika kita 'niks' atau tidak melakukan apa-apa, otak kita masih memproses informasi dan dapat menggunakan kekuatan pemrosesan yang tersedia untuk menyelesaikan masalah yang tertunda," katanya.

Sebuah studi yang dipublikasikan pada 2013 di Frontiers in Psychology, tentang pro dan kontra dari melamun, menunjukkan proses itu dapat membantu seseorang mendapat inspirasi untuk mencapai tujuan. Melamun juga membantu memunculkan pencerahan apa yang mesti dilakukan untuk memenuhi tujuan di masa depan.

Tidak Mudah untuk Diam Saja

coast
Diam dan tak melakukan apa-apa bisa amat menantang. (foto: pixabay/stocksnap)

Bagi banyak orang, diam dan tidak melakukan apa-apa bisa amat menantang. Bahkan, bisa agak sulit untuk duduk diam dan menatap ke luar jendela.

Hamming mengatakan itu terasa 'cukup menyeramkan' pada awalnya. Terlebih bagi mereka yang terbiasa melakukan sesuatu setiap saat.

Ia pun mendorong kliennya meluangkan beberapa menit setiap hari untuk berlatih niksen. Latihan lanjutan sebaiknya dilakukan setidaknya satu malam dalam seminggu. Di hari itu, kamu tidak melakukan apa-apa. "Ini semua tentang membiarkan hidup berjalan sesuai rencananya dan membebaskan kita dari kewajiban sesaat," ujarnya.

Bagaimana, apakah kamu siap menerapkan niksen?(dwi)

BACA JUGA:

Kim Kardashian Ungkap Kondisi Mental Kanye West

Baca Artikel Asli