Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup

Niat Puasa Ayyamul Bidh Bulan Rajab 1447 H: Bacaan, Jadwal, dan Keutamaannya

ImanK - Minggu, 04 Januari 2026

MerahPutih.com - Bulan Rajab menjadi salah satu momentum istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak amal ibadah, sehingga untuk mengetahui bacaan niat, arti hingga makna dari puasa sunnah ini.

Perlu diketahui, selain shalat sunnah dan memperbanyak doa, puasa Ayyamul Bidh termasuk amalan yang sangat dianjurkan karena memiliki keutamaan besar, terlebih ketika dilaksanakan di bulan Rajab yang dimuliakan.

Puasa Ayyamul Bidh dilakukan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah. Pada Rajab 1447 H, ibadah sunnah ini kembali menjadi perhatian umat Islam karena bertepatan dengan awal tahun Masehi 2026.

Niat Puasa Ayyamul Bidh

Niat puasa Ayyamul Bidh boleh dilafalkan sejak malam hari hingga sebelum tergelincir matahari (zuhur), selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

Baca juga:

Doa Malam Rajab 2025 Lengkap: Niat Puasa dan Amalan Sunnah

Latin: Nawaitu shauma ayyâmil bîdl lillâhi ta‘âlâ

Artinya: “Aku niat puasa Ayyamul Bidh karena Allah Ta‘âlâ.”

Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Rajab 1447 H / Januari 2026

Ilustrasi
Ilustrasi puasa. Foto Freepik

Penetapan awal bulan Rajab dapat berbeda antarorganisasi keagamaan, tergantung metode rukyat dan hisab yang digunakan.

Dengan demikian, jadwal puasa Ayyamul Bidh Rajab 1447 H bagi pengikut NU dilaksanakan pada:

Perbedaan satu hari ini wajar dan sah dalam fiqih Islam, sehingga umat dianjurkan mengikuti penetapan organisasi atau otoritas keagamaan masing-masing.

Baca juga:

Panduan Lengkap Niat Puasa Ganti Ramadan dan Aturannya

Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh di Bulan Rajab

Keutamaan puasa Ayyamul Bidh menjadi semakin besar ketika dilakukan di bulan Rajab. Bulan ini termasuk Asyhurul Hurum, yakni bulan-bulan yang dimuliakan dalam Islam bersama Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram.

Beberapa keutamaan utama puasa Ayyamul Bidh antara lain:

1. Bernilai Seperti Puasa Sepanjang Tahun

Puasa tiga hari setiap bulan dinilai setara dengan puasa satu bulan penuh. Hal ini berdasarkan prinsip pelipatgandaan pahala, di mana satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat.

Jika dilakukan rutin setiap bulan, pahalanya setara dengan puasa setahun penuh.

Baca juga:

Niat Puasa Qadha Ramadhan yang Tepat dan Benar, Panduan Lengkap

2. Sunnah yang Jarang Ditinggalkan Rasulullah SAW

Dalam riwayat An-Nasa’i, disebutkan bahwa Rasulullah SAW hampir tidak pernah meninggalkan puasa Ayyamul Bidh, baik saat di rumah maupun ketika bepergian. Karena itu, puasa ini digolongkan sebagai sunnah muakkad.

3. Dilipatgandakan Pahalanya di Bulan Haram

Ibadah yang dilakukan di bulan Rajab diyakini memiliki nilai pahala yang lebih besar dibanding bulan biasa, sebagaimana dijelaskan dalam kitab I’anatut Thalibin, yang menegaskan keistimewaan puasa sunnah yang dilakukan secara konsisten.

Baca Artikel Asli