MerahPutih.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah mendapatkan delapan unit mobil listrik klasik senilai Rp 1,4 miliar.
Mobil tersebut didapat dari hibah Tahir Foundation pada Pemkot Solo sebagai armada wisata keliling kota atau City Tour ramah lingkungan.
Baca Juga
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Solo, Hari Prihatno mengatakan, Pemkot Solo telah memutuskan tarif mobil wisata listrik klasik Rp 20.000 per orang. Penetapan tarif itu diatur Wali Kota Solo
"Tarif mobil wisata listrik klasik sudah diputuskan Rp 20.000 per orang dan sekali jalan," kata Hari usai launching mobil wisata listrik di Balai Kota, Kamis (30/12).
Dikatakannya, setelah diputuskan tarif besaran penumpang, Pemkot juga menetapkan rute perjalanan wisata City Tour. Kendaraan wisata City Tour ini mulai beroperasi pada Minggu (2/1).
"Jadi wisatawan sudah bisa menikmati mobil wisata listrik klasik ini mulai besok Minggu," kata dia.
Baca Juga
Untuk tarif mobil wisata listrik klasik ini, kata dia, sama dengan tarif kendaraan wisata lainnya seperti Bus Tingkat Werkudara. Untuk tarif ini terbilang murah dan terjangkau bagi wisata.
"Untuk kendaraan wisata ramah lingkungan ini, berkapasitas enam orang. Jadi sistemnya nanti tidak harus penuh. Ada satu atau dua penumpang tetap jalan," tutur dia.
Ia menambahkan ada tujuh rute kendaraan wisata ini, pertama adalah Lokananta-Istana Batik Keris-Kampung Batik Laweyan-Pusat Oleh-oleh Jongke. Lalu rute kedua Museum Keris-Museum Radya Pustaka-Museum Danar Hadi-Museum Tumurun.
Rute ketiga ada Wayang Orang Sriwedari-Kuliner Galabo-Koridor Gatot Subroto. Kemudian rute keempat Kasunanan-Baluwarti-Klewer-Ndalem Joyokusuman, rute kelima Pura Mangkunegaran-Pasar Antik Triwindu-Kampung Batik Kauman.
"Rute keenam melintasi Pasar Gede-Jurug Zoo-Bengawan Solo dan rute terakhir Pasar Ikan Balaikambang-Sendratari Ramayana," tutup dia. (Ismail/Jawa Tengah)
Baca Juga
Rute BST di Solo Ditambah, Kemenhub Minta Driver Tidak Pikirkan Kejar Setoran