Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

Milan Dilanda Kerusuhan Protes Tingginya Biaya Hidup, Toko Dijarah

Alwan Ridha Ramdani - 2 jam, 17 menit lalu

MerahPutih.com - Kerusuhan meletus di pusat kota Milan, Italia. Gelombang kerusuhan terbaru itu terjadi sehari setelah bentrokan pecah di pusat kota Milan selama aksi protes menentang kenaikan biaya hidup.

Sekelompok pemuda memecahkan kaca etalase toko dan menjarah toko di kawasan Piazza del Duomo. Sedikitnya 2.000 pemuda dilaporkan terlibat dalam kerusuhan tersebut.

Ribuan anak muda itu menghancurkan kaca etalase dengan menggunakan tempat sampah, kursi, dan sepeda listrik. Mereka lalu menerobos masuk ke dalam toko-toko, terutama toko perlengkapan olahraga dan supermarket.

Polisi telah menambah personel di area Piazza del Duomo. Mobil patroli dan petugas keamanan disiagakan di lokasi, sementara kendaraan meriam air juga disiapkan untuk mengantisipasi terjadinya bentrokan besar, menurut laporan tersebut.

Baca juga:

Kerusuhan di Paris Prancis Bikin Gerai Ritail Rugi Ratusan Juta Euro

Sementara itu, menurut siaran langsung dari surat kabar Corriere della Sera, situasi di pusat kota Milan saat ini terpantau tenang. Polisi berseragam khusus telah dikerahkan ke sejumlah jalan. Seruan untuk berkumpul di Piazza del Duomo kembali beredar di media sosial sejak Minggu pagi.

Kepolisian Negara Italia menyatakan 197 orang telah ditahan untuk diidentifikasi selama kerusuhan terjadi di Milan, Bologna, Turin, dan beberapa kota lainnya.

Sebanyak 28 orang ditangkap, termasuk 12 anak di bawah umur dan enam warga negara asing; sedangkan 141 petugas penegak hukum dilaporkan terluka akibat bentrokan tersebut.

Asosiasi pengusaha Italia, Unimpresa, memprediksi kerugian akibat kerusuhan itu mencapai sekitar 1,3 juta euro (sekitar Rp26,3 miliar).

Hal sama juga terjadi di Paris Prancis, menentang kenaikan biaya hidup dan harga-harga yang melambung terjadi di seluruh Prancis.

Aksi tersebut disertai dengan bentrokan kekerasan antara para demonstran dan polisi, serta kerusuhan, penjarahan, dan tindakan vandalisme. (*)

Baca Artikel Asli