Mikah Eksplorasi Celah antara Fantasi dan Kenyataan dalam ‘Chasing Paradise’

Selasa, 29 Oktober 2024 - Dwi Astarini

MERAHPUTIH.COM - DALAM nuansa pop meriah dan bertempo cepat, dengan bagian reff nan memikat, Mikah mengeksplorasi celah antara fantasi ideal dan realita kehidupan. Lagu Chasing Paradise menangkap tensi antara mendambakan dunia yang sempurna dan merangkul ketidaksempurnaan dari realita dunia kita saat ini.

Penyanyi, penulis lagu, sekaligus ikon fesyen berdarah Jepang-Amerika ini semakin membangun sosoknya sebagai sensasi pop yang sedang ramai dibicarakan. Lagu Chasing Paradise ditulis dari perspektifnya sebagai warga lokal Hawaii.

Chasing Paradise terlahir dari kolaborasi dengan beberapa hits maker di industri musik. Selain Will Jay yang sudah membantu mikah pada single-nya yang terdahulu, So I don't Forget, Wesley Singerman dan Taylor Dexter, dua produser dan penulis ternama dengan pengalaman bekerja dengan nama-nama besar lainnya, juga ikut berkontribusi pada lagu terbaru ini. Pengalaman Singerman di antaranya melibatkan musisi favorit Mikah, yaitu Joji pada lagu Die For You, Keshi, dan Jon Batiste.

"Lagu ini dibuat tentang kehidupan, membandingkan antara hidup yang kubayangkan sebagai seorang anak dan kehidupan yang kumiliki sekarang. Lagu ini kemudian merefleksikan tentang arah laju kehidupan yang telah kuambil hingga berada di titik ini di hidupku,” kata Mikah tentang lagunya ini dalam keterangan resmi yang diterima Merahputih.com.

Baca juga:

Mikah Lanjutkan Evolusi Melalui 'MAYBE IT'S ME'



Ia berkisah, sebagai seorang yang berasal dari Hawaii, ia sering dianggap telah besar di sebuah surga dunia. Meski itu tidak salah, di surga dunia layaknya Hawaii, hujan masih tetap turun. “Walau kamu bahagia sudah sukses mencapai sebuah surga di dunia ini, kamu pasti akan terus mencari surga-surga berikutnya. Lagu ini mengangkat topik yang lebih besar. Lagu ini rasanya seperti memberikan acuan bagi masa depanku,” imbuhnya.

Secara garis besar, Chasing Paradise merupakan refleksi akan realita dari upaya kita dalam memperjuangkan kehidupan yang ideal serta pentingnya untuk membuat perjalanannya menuju itu semenyenangkan mungkin. Lagu ini mengantar pesan yang tajam untuk jangan sampai kehilangan diri kita selagi mengejar surga dunia yang kita dambakan.



Dengan melodi yang mengedepankan nuansa pop, lagu ini mengekspresikan konflik internal antara ideal dan realita, memetik perasaan pendengar dan mengajak mereka untuk merefleksikan perjalanan mereka sendiri. Selain itu, lagu ini menampilkan keberagaman musikalitas Mikah, meleburkan cerita yang memiliki lapisan emosi yang banyak menjadi lirik yang mampu memikat pendengar.


?Mikah telah mencuri banyak hati fan yang tersebar di Benua Asia selagi ia melanjutkan perjalanan evolusionernya sebagai artis dan figur mendunia. EP keduanya yang sudah banyak dinantikan, Pretty Lies akan dirilis pada 22 November.(dwi)

Baca juga:

Visi Artistik Mikah dalam Videoklip ‘Maybe It’s Me’

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan