Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Olahraga

Masa Depan Michael Carrick di Manchester United Terancam, Petinggi Klub Gelar Pertemuan

Soffi Amira - 2 jam, 11 menit lalu

MerahPutih.com - Michael Carrick meninggalkan Carrington setelah Kepala Eksekutif Manchester United, Omar Berrada, dan Direktur Sepak Bola, Jason Wilcox, mengadakan pembicaraan mengenai masa depannya.

Sampai saat ini, pihak klub belum memberikan sinyal apa pun terkait posisi sang pelatih yang tengah berada dalam tekanan tersebut.

Mantan gelandang Setan Merah itu tidak hanya berhasil menstabilkan kondisi tim setelah masa kepemimpinan Ruben Amorim, tetapi juga membantu mengubah arah performa tim. Kedatangannya pada Januari 2026 lalu memicu kebangkitan MU hingga menempati posisi ketiga di klasemen Premier League 2025/26.

Baca juga:

Dibantai Bournemouth 0-3, Michael Carrick Buka Suara soal Masa Depannya di Manchester United

Manchester United Mulai Bahas Masa Depan Michael Carrick

Petinggi Manchester United bahas masa depan Michael Carrick
Petinggi Manchester United bahas masa depan Michael Carrick. Foto: Dok. Manchester United
>Berkat kinerjanya yang mengesankan, Carrick sempat diganjar kontrak dua tahun untuk tetap menjabat sebagai pelatih. Namun, hanya lima bulan berselang, ia kini terancam dipecat menyusul kekalahan 0-3 dari Bournemouth di Old Trafford pada Minggu (25/10) lalu.

Menurut laporan, diskusi mengenai situasi tersebut berlangsung setelah kekalahan dari Bournemouth. Lalu, berlanjut ketika Berrada dan Wilcox tiba di kompleks latihan Carrington pada Senin (26/10) pagi waktu setempat.

Carrick tiba di lokasi latihan sebelum pukul 14.00, ketika Manchester United U-21 tengah melakoni pertandingan persahabatan tertutup melawan Hull, yakni tim yang turut membuat awal musim Premier League menjadi mimpi buruk.

Sang pelatih meninggalkan kompleks latihan tepat sebelum pukul 17.00, tak lama setelah Wilcox bertolak dari lokasi tersebut. Mereka menghabiskan waktu sekitar tiga jam di Carrington.

Baca juga:

Harry Maguire Tegaskan Pemain Manchester United Tetap Dukung Michael Carrick

Namun, penantian akan kejelasan mengenai masa depan Carrick terus berlanjut menjelang kembalinya para pemain untuk berlatih pada Selasa (27/10), setelah mendapatkan libur satu hari. Carrick diperkirakan akan memimpin sesi latihan di Carrington pada hari tersebut.

Menurut laporan ESPN, Eddie Howe dan Julian Nagelsmann merupakan kandidat potensial untuk menggantikan Carrick.

Tim asuhan Carrick belum meraih kemenangan dalam delapan pertandingan terakhir, setelah dikalahkan oleh Bournemouth. Kekalahan itu terjadi beberapa hari setelah mereka takluk 4-1 dari Como di ajang Liga Champions.

Setan Merah baru memenangi dua dari 12 pertandingan mereka di semua kompetisi musim ini, kemudian perolehan tujuh poin dari delapan laga menandai awal musim terburuk mereka sejak 1986.

Saat ini, mereka berada di peringkat ke-16 atau hanya satu poin di atas zona degradasi, menjelang lawatan ke markas Chelsea pada Sabtu (31/10). Setelah itu, mereka akan menghadapi jeda internasional, dengan laga kandang melawan AS Roma dan Aston Villa.

Baca juga:

Manchester United Dibantai Bournemouth 0-3, Pengganti Michael Carrick Mulai Dipertimbangkan

Carrick menghindari pertanyaan mengenai masa depannya setelah kekalahan dari Bournemouth. Namun, ia tampak menyadari bahwa akhir perjalanannya sudah dekat.

Ia melambaikan tangan ke arah penonton dan menepuk dadanya saat meninggalkan lapangan, sementara para penggemar meneriakkan namanya sebagai bentuk dukungan.

Kemarahan para pendukung setia di Old Trafford justru ditujukan kepada keluarga Glazer, yakni salah satu pemilik klub Sir Jim Ratcliffe, serta jajaran manajemen INEOS, termasuk Wilcox.

Fans Cemooh Pemain Manchester United usai Dikalahkan Bournemouth

Pemain Manchester United dicemooh para fans
Pemain Manchester United dicemooh para fans. Foto: Dok. Manchester United
>Para pemain dicemooh saat peluit akhir dibunyikan, kemudian sorakan itu semakin keras ketika mereka mengikuti Carrick masuk ke lorong pemain. Pada pertandingan tersebut, sang manajer memutuskan untuk mencadangkan kapten tim, Bruno Fernandes.

Pemain 32 tahun itu kini tampil jauh di bawah performa yang membuatnya memenangi penghargaan dari Professional Footballers' Association (PFA) dan Football Writers' Association (FWA) musim lalu. Sang kapten, yang merasa frustrasi, bahkan mempertanyakan taktik manajer setelah kekalahan dari Como.

Carrick menyatakan, bahwa keputusan tersebut murni didasarkan pada pertimbangan teknis sepak bola, bukan sebagai bentuk hukuman, meskipun pada akhirnya ia memutuskan untuk tidak memberikan kesempatan bermain sama sekali kepada sang pemain.

Fernandes juga terlihat berada di Carrington pada Senin (26/10) untuk menjalani perawatan yang kabarnya memang sudah dijadwalkan sebelumnya.

Pernyataan mencolok dari sang kapten di Italia tersebut muncul sepekan setelah Lisandro Martínez dijatuhi denda dan dipanggil untuk berdiskusi.

Hal itu menyusul kritik yang ia lontarkan terhadap jajaran manajemen klub dalam serangkaian wawancara mengejutkan pascakekalahan dari Atletico Madrid. (sof)

Baca Artikel Asli