MerahPutih.com - Seiring dengan transformasi Jakarta menuju kota global, Jakarta Propertindo melihat peluang besar untuk memperluas perannya menjadi City Master Developer. Peran ini menempatkan perusahaan sebagai entitas yang mampu mengorkestrasi pembangunan kota secara terpadu dengan menghubungkan perencanaan tata ruang, mobilitas perkotaan, dan aktivitas ekonomi dalam satu ekosistem terintegrasi.
Arah transformasi tersebut telah diterjemahkan dalam peta jalan jangka panjang perusahaan. Roadmap ini dimulai dari fase penguatan fondasi organisasi dan tata kelola, kemudian dilanjutkan dengan aktivasi serta pengembangan kawasan terintegrasi, hingga tahap integrasi dan konsolidasi portofolio kawasan secara profesional dan berkelanjutan.
Kerangka strategis ini menjadi pedoman bagi Jakpro untuk menyeimbangkan mandat pembangunan publik dengan penguatan struktur bisnis perusahaan.
Baca juga:
Tak Sekadar Bangun Infrastruktur, Jakpro Perkuat Peran dalam Pembangunan Ekosistem Kota Global
Direktur Utama Jakpro, Iwan Takwin, menegaskan bahwa perusahaan berada pada posisi yang unik sekaligus menantang sebagai pengelola berbagai aset penugasan dan infrastruktur strategis kota.
Di satu sisi, Jakpro mengemban tanggung jawab pembangunan publik berskala besar yang memiliki dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang luas. Namun di sisi lain, sebagai perusahaan daerah, Jakpro juga dituntut untuk menjaga kinerja keuangan yang sehat melalui tata kelola perusahaan yang baik.
“Prinsip keberlanjutan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari strategi perusahaan dalam menjalankan setiap penugasan dan proyek strategis,” ujar Iwan dalam diskusi media dan buka puasa bersama di Jakarta Pusat, Jumat (6/3).
Ia menambahkan, Jakpro tidak hanya memastikan proyek pembangunan dapat diselesaikan dengan baik, tetapi juga memperhatikan dampak sosial dan lingkungan secara terukur.
“Karena itu, laporan keberlanjutan menjadi instrumen penting untuk memastikan akuntabilitas dan konsistensi penerapan prinsip keberlanjutan di seluruh lini bisnis,” jelasnya.
Kepala Badan Pembinaan BUMD Provinsi DKI Jakarta, Syaefullah Hidayat, menilai transformasi Jakpro sejalan dengan arah kebijakan pembinaan BUMD yang berorientasi jangka panjang.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak menilai kinerja BUMD semata-mata dari capaian laba tahunan.
“BUMD seperti Jakpro menjalankan penugasan strategis dengan karakter investasi jangka panjang. Karena itu, kinerjanya perlu dibaca secara utuh—meliputi tata kelola, keberlanjutan usaha, pengelolaan risiko, serta kontribusinya terhadap pembangunan kota,” kata Syaefullah.
Ia menambahkan bahwa transformasi Jakpro menjadi City Master Developer merupakan bagian dari penguatan fondasi pengelolaan aset dan investasi daerah agar dikelola secara profesional, akuntabel, serta memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang berkelanjutan bagi Jakarta.
Baca juga:
Stasiun Manggarai LRT Jakarta Dibangun, Jakpro Perkuat Integrasi Antarmoda
Transformasi Jakpro juga menjadi respons terhadap perubahan peran Jakarta di masa depan. Dalam peran barunya, perusahaan berkomitmen mengembangkan kawasan Transit Oriented Development (TOD) guna memastikan konektivitas transportasi yang efisien sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
Melalui pengelolaan berbagai aset strategis daerah, Jakpro berupaya membangun ekosistem bisnis yang memungkinkan manfaat pembangunan dirasakan lebih merata oleh masyarakat.
Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Prastowo Yustinus, menyampaikan bahwa peran Jakpro perlu dilihat dalam kerangka visi pembangunan Jakarta secara menyeluruh.
Menurutnya, pemerintah memandang Jakpro sebagai instrumen strategis kebijakan pembangunan kota. Kontribusinya tidak hanya diukur dari satu proyek atau angka keuangan, melainkan dari dampaknya terhadap mobilitas warga, kualitas ruang kota, daya saing ekonomi, serta posisi Jakarta di tingkat global.
“Keberhasilan pembangunan kota harus dibaca secara holistik—melihat dampak ekonomi makro, sosial, lingkungan, serta manfaat jangka panjang bagi warga,” ujarnya.
Dalam setiap proyek penugasan, Jakpro juga berkomitmen menerapkan standar lingkungan dan keberlanjutan internasional sebagai bagian dari kontribusi perusahaan terhadap target net zero emission Jakarta pada 2050.
Iwan menilai peluang Jakarta untuk menjadi pusat ekonomi global sangat besar. Dalam konteks tersebut, Jakpro berperan memastikan pembangunan kota berjalan secara terintegrasi.
“Jakpro hadir untuk memastikan pembangunan fisik tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi terorkestrasi dalam satu ekosistem kota yang kohesif dan memberikan dampak nyata terhadap kualitas hidup warga,” tutupnya. (Asp)