Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup ShowBiz

Meninggal Dunia, Ini Pengalaman Hidup Torro Margens

Muchammad Yani - Jumat, 04 Januari 2019

KABAR duka kembali datang dari jagat hiburan. Aktor senior Torro Margens meninggal dunia pada Jumat (4/1) pukul 00.45 Wib. Hal itu diketahui dari postingan sang anak Toma Margens di akun Instagram @tomamargens.

Jenazah pria bernama asli Sutoro Margono akan dimakamkan di perumahan Asri Village, Sukabumi, Jawa Barat. Toro Margens sendiri menghembuskan nafas terakhir pada usia 68 tahun di RSUD Syamsudin SH, Sukabumi.

Di dunia hiburan Torro Margens bukanlah pendatang baru. Ia sudah mulai berakting di depan kamera pada tahun 1970. Bahkan, hingga hampir tutup usia, ia masih konsisten di industri perfilman. Film terakhir yang ia mainkan adalah Love for Sale tahun 2018.

Aktor multitalenta

Torro Margens saat dirumah sakit (Sumber: Instagram/Tomamargens)
Torro Margens saat dirumah sakit (Sumber: Instagram/Tomamargens)

Pria kelahiran Paduraksa, Pemalang, Jawa Tengah, 5 Juli 1950 bukan hanya berakting, ia juga kerap menjadi sutradara dan penata skrip. Misalnya film Preman di tahun 1985 atau Tutir Tinular III (Pendekar Syair Berdarah) tahun 1992. Berdasarkan Wikipedia, Torro sudah menyutradarai 11 film.

Nama Torro semakin bersinar saat menjadi pembawa acara misteri berjudul Gentayangan atau Uka Uka di stasiun televisi TPI. Selain itu ia juga kerap terlibat dalam beberapa sinetron dan FTV.

Meski bisa dibilang sebagai aktor multitalenta, Torro Margens lebih dikenal sebagai tokoh antagonis. Hal itu karena rata-rata peran yang ia dapatkan di film, sinetron atau FTV selalu tokoh jahat dan kejam.

Sempat jadi tukang cat

Torro Margens (MP/Albi)
Torro Margens (MP/Albi)

Kesuksesan Torro Margens tidak bisa dia dapat begitu saja. Di awal karirnya sebagai aktor, ia sempat beralih profesi sebagai pegawai kantoran. Namun karena tidak betah, ia kemudian memutuskan untuk keluar dari pekerjaan itu.

Sayangnya hal itu membuatnya memulai dari nol lagi. Kondisi keuangan pun menjadi tidak menentu. Hingga akhirnya ia harus menyambi dua bekerja sekaligus, siang syuting dan malam mencat trotoar, agar bisa menyambung hidup.

Karena pengalaman pahit itu, ia terus menekankan perihal komitmen dalam pilihan hidup. Hal itu dibuktikan dengan tetap mencintai profesinya sebagai aktor hingga tutup usia. Beberapa tahun lalu ia juga pernah meyatakan maju sebagai cawabup Pemalang melalui independen. Namun hal tersebut tidak dilanjutkannya.

Baca Artikel Asli