MerahPutih.com - Puasa sebentar lagi. Kementerian Agama (Kemenag) baru akan menggelar Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadan 1445 Hijriah pada 10 Maret 2024 Masehi. Sidang isbat bakal dilaksanakan di Auditorium HM Rasjidi Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.
Ahli gizi Luciana Sutanto menganjurkan untuk mengawali berbuka puasa dengan makanan porsi kecil dan memiliki rasa manis atau takjil guna mengaktifkan saluran pencernaan serta mengembalikan kadar gula darah setelah berpuasa atau hampir 12 jam tidak makan dan minum.
Baca Juga:
Bulog Kuasai 1,4 Juta Ton Beras, Sangat Cukup untuk Kebutuhan Selama Puasa dan Lebaran
Luciana mengatakan, seseorang bisa melanjutkan dengan makanan utama lengkap gizi setelah menunaikan ibadah sholat maghrib dan tentunya mengonsumsi terlebih dahulu makanan porsi kecil saat berbuka puasa.
"Makan malam selingan bisa dilakukan usai sholat tarawih, dan kembali mengonsumsi menu utama lengkap gizi saat sahur.
Ia mengatakan, bagi individu yang memiliki riwayat penyakit seperti refluks gastroesofagus atau GERD disarankan untuk tidak mengonsumsi makanan pedas dan asam berlebihan saat berbuka puasa maupun sahur.
"Hindari makanan yang dapat memperparah kondisi GERD saat sahur dan berbuka puasa seperti makanan yang terlalu pedas dan terlalu asam," ujar Luciana.
Sementara untuk penderita diabetes, Luciana menyarankan untuk melakukan konsultasi kepada ahli medis sebelum melakukan puasa.
"Untuk kondisi diabetes, konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter apakah kondisi diabetesnya masih memungkinkan untuk berpuasa," ungkapnya. (*)
Baca Juga:
Kepuasan Warga Terhadap Penyelenggaraan Pemilu Merosot