Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Indonesiaku Travel

Membangun Pariwisata Masa Depan dengan Festival Budaya dan Kuliner di Negeri Orang

Zulfikar Sy - Rabu, 18 April 2018

Pemerintah terus mengenalkan budaya Indonesia di negara lain. Pengenalan tersebut sebagai pendekatan Indonesia dalam berbagai bidang melalui budaya. Terutama wisata, hal itu bisa menjadi pintu masuk ketertarikan wisatawan mancanegara terhadap Indonesia yang kaya wisata alam dan surganya kuliner.

Pengenalan budaya itu terutama terhadap anak-anak muda di negeri lain. Pada akhirnya, sedikit ketertarikan bisa membuat keinginan untuk datang secara langsung ke Indonesia, untuk melihat budaya secara langsung.

Seperti di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ukraina, digelar festival seni, budaya dan kuliner yang diadakan hall kampus Universitas Tarash Shenvchenko, Kiev, Ukraina, pada Selasa (17/4) kemarin. Suasana cukup meriah dengan sambutan hangat para mahasiswa.

Acara dibuka langsung oleh Duta Besar Yuddy Chrisnandi dilanjutkan sambutan Direktur Jurusan Bahasa dan Sastra Asia Timur Jauh Universitas Tarash Shevchenko Prof Ivan Bondarenko.

Mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tersebut mencanangkan sendiri acara tersebut sebagai diplomasi budaya di Kiev.

Suasana Indonesia menyelimuti Universitas Tarash Shenvchenko. Tarian Bajidor Kahot dan Sintren yang dibawakan staff KBRI Ukraina, Puput Ratsari berkolaborasi dengan Ayesha Fatma Nandira dan mahasiswa Tarash Shenvchenko, Anastasia Pustilnyk memukau para hadirin.

Foto bersama saat festival budaya dan kuliner di Universitas Tarash Shenvchenko. (Facebook/kbrikyiv)
Tarian adat di Indonesia saat festival budaya dan kuliner di Universitas Tarash Shenvchenko. (Facebook/kbrikyiv)

Pada puncak acara dinyanyikan bersama lagu "Gebyar-gebyar" karya Gombloh oleh seluruh hadirin. "Sangat mengharukan, menyanyikan dan mendengar lagu ini saat berada di luar negeri," kata Wibowo, seorang warga Indonesia.

Konselor KBRI Kiev Gatot Amrih menceritakan, kepada Antara, KBRI setiap tahun mengadakan kegiatan budaya, namun tahun ini kegiatan budaya diselenggarakan semakin masif atas komitmen mendukung visi Dubes Yuddy melakukan diplomasi budaya.

"Acara tahun tahun ini lebih besar dari tahun lalu. Harapan kami tahun depan atau bahkan summer ini KBRI Kiev mampu mengadakan festival budaya dengan scope nasional Ukraine. India saja mampu membuat acara festival budaya nasional yoga di Maidan Square tahun lalu. Saya kira kita juga mampu tentu saja dengan kemasan yang berbeda. Kita ingin indonesia membumi di seluruh penjuru Ukraina seperti yang selalu didengungkan Pak Dubes dalam setiap rapat," kata Gatot.

Begitu juga dengan yang diungkapkan ketua penyelenggara kegiatan Prabowo Himawan. Dia menceritakan bahwa kegiantan ini sebagai inovasi dari kegiatan-kegiatan tahun sebelumnya. Tahun ini menjadi lebih meriah. Tahun ini diselenggarakan acara dengan menggabungkan tiga tema sekaligus yaitu seni, budaya, dan kuliner.

"Kami menjaring bakat-bakat mahasiswa jurusan bahasa Indonesia di kampus Tarash. Seperti misalnya tadi mahasiswa tingkat 4, Natalia Svets membacakan cerita berjudul Tisna Wati. Juga Yevgenia Trukhan dan Iryna Bahinska, membacakan cerita tentang kancil dan buaya," kata Gatot. Pada gelar budaya tersebut juga ditampilkan pagelaran busana baju adat khas Lampung, Sumatra Barat, Nusa Tenggara Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan Bali.

Ada pula teater yang dibawakan mahasiswa-mahasiswa tingkat 2 dengan cerita tentang Putri Chandra Kirana dan Pangeran Galuh.

Acara yang berlangsung pada pukul 11.00 hingga 14.00 waktu setempat tersebut juga memperkenalkan makanan-makanan khas Indonesia. Ada Bihun goreng, bolu kering bali, kerupuk udang, bakwan manis jagung dan aneka minuman khas Indonesia. Makanan tersebut dihidangkan untuk seluruh peserta yang hadir.

Acara sederhana tersebut diharapkan meninggalkan kesan positif bagi anak-anak muda Kiev, dan bukan tidak mungkin menjadikan Indonesia sebagai tujuan wisata dunia di masa depan. (*)

Baca Artikel Asli