MerahPutih.com - Internal Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dan TNI saat ini tengah memproses pengisian posisi Kepala Badan Logistik Pertahanan (Kabaloghan) usai ditinggalkan Marsekal TNI Yusuf Jauhari.
Marsekal TNI Yusuf Jauhari resmi meninggalkan posisi Kabaloghan setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (15/10) sore kemarin.
Baca juga:
Prabowo Lantik Dua Wamenhan Baru, Ini Pembagian Tugas Yusuf Jauhari dan Richard Tampubolon
Pengisian Jabatan Kabaloghan dan Jaminan Transisi Mulus
Dikonfirmasi awak media, Jumat (16/10), Kepala Biro Humas dan Informasi Pertahanan Kemenhan RI, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan penunjukan pejabat pengganti Kabaloghan masih menunggu proses mekanisme internal sesuai regulasi dan tata kelola pembinaan personel di lingkungan Kemhan maupun TNI.
Dilansir Antara, Kemenhan menjamin agenda pengadaan, pengelolaan, serta distribusi logistik pertahanan negara tetap berjalan optimal di tengah proses transisi kepemimpinan di level petinggi jajaran kementerian.
Langkah ini diambil untuk memastikan transisi manajerial berjalan mulus tanpa mengganggu agenda kerja logistik pertahanan yang sedang berlangsung,
Kepala Biro Humas Kemenhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait.
Baca juga:
Momen Presiden Prabowo Lantik Jenderal TNI Maruli Simanjuntak Sebagai Wakil Panglima TNI
Pembagian Tugas Dua Wamenhan Baru Pilihan Presiden
Dalam pelantikan di Istana Negara kemarin, Presiden Prabowo Subianto melantik dua perwira tinggi militer sebagai Wamenhan dengan pembagian tugas yang sangat spesifik dan strategis.
Marsekal TNI Yusuf Jauhari menjabat Wamenhan Bidang Logistik, Industri Pertahanan, dan Teknologi, sedangkan Jenderal TNI Richard T. H. Tampubolon diangkat sebagai Wamenhan Bidang Strategi, Doktrin, dan Pembangunan Kekuatan," rilis pernyataan resmi Istana Kepresidenan.
Sebelum dilantik menjadi Wamenhan, Jenderal TNI Richard T. H. Tampubolon mengemban amanat sebagai Kepala Staf Umum (Kasum) TNI dan dikenal memiliki rekam jejak panjang di jajaran pasukan tempur infanteri Angkatan Darat. (*)