MErahputih.com - Federasi Sepak Bola Kerajaan Belgia (KBVB) kembali melanjutkan tradisi penunjukan juru taktik asing guna menangani Tim Nasional Belgia. Mantan pemain internasional Belanda, Mark van Bommel, ditunjuk mengomandoi skuad berjuluk Setan Merah.
Keputusan ini sekaligus mempertegas pola berulang KBVB selalu menutup pintu bagi pelatih lokal seperti Hein Vanhaezebrouck.
Baca juga:
Dirjen Imigrasi Cekal Dua WN Belanda Penyelenggara Event Lari di Canggu, EO Ikut Diusut
Penunjukan Van Bommel mencatatkan sejarah baru sebagai opsi pelatih luar negeri keempat secara beruntun bagi Belgia. Langkah KBVB ini mengulang pola pemilihan juru taktik pasca-pemecatan Marc Wilmots seusai Piala Eropa 2016.
Mannaert memiliki rasa tidak suka sangat mendalam terhadap pihak pernah menghalangi kesuksesannya dahulu, salah satunya Vanhaezebrouck,
ungkap pengamat sepak bola Hans Vandeweghe dalam kolom harian De Morgen.
Dominasi Pelatih Asing dan Kendala Finansial
Keputusan menggaet tenaga asing sejatinya memiliki alasan praktis dari sudut pandang manajemen. Mayoritas juru taktik lokal berkualitas masih terikat kontrak bersama klub, sementara kondisi finansial federasi tidak memungkinkan penebusan klausul kontrak mahal.
Kendati demikian, keberadaan pelatih lokal berstatus bebas transfer seperti Vanhaezebrouck tetap gagal mencuri perhatian manajemen KBVB.
Berikut adalah deretan data kronologis serta fakta perjalanan penunjukan pelatih asing Timnas Belgia:
-
Marc Wilmots (2016): Pelatih lokal terakhir membesut Timnas Belgia sebelum mengalami pemecatan pasca-kekalahan dari Wales pada Piala Eropa 2016.
-
Roberto Martinez (2016–2022): Juru taktik asal Spanyol bertugas selama enam tahun hingga gelaran Piala Dunia 2022.
-
Domenico Tedesco: Pelatih berkebangsaan Italia-Jerman melanjutkan estafet kepemimpinan pasca-era Roberto Martinez.
-
Rudi Garcia: Juru taktik asal Prancis mengambil alih kemudi sebelum masa jabatannya berakhir dan digantikan oleh juru taktik baru.
-
Mark van Bommel: Sosok asal Belanda resmi menjadi pelatih asing keempat beruntun memimpin era baru Skuad Setan Merah.
Rivalitas Masa Lalu Menutup Peluang Pelatih Lokal
Spekulasi penyebab tersingkirnya nama Vanhaezebrouck mengarah pada hubungan personal kurang harmonis bersama CEO KBVB, Vincent Mannaert. Rekam jejak persaingan domestik masa lalu antara Vanhaezebrouck dan Mannaert disinyalir menjadi penghalang utama kesepakatan kerja sama.
Baca juga:
FIP Bronze Banten 2026 Berakhir, Pasangan Spanyol dan Duet Jerman-Belanda Raih Gelar Juara
Pengamat Hans Vandeweghe menegaskan ketidakcocokan dua figur penting sepak bola Belgia tersebut.
“Vanhaezebrouck pernah mengalahkan Club Brugge saat melatih Kortrijk dan Gent, bahkan merebut gelar juara Liga Belgia impian Club Brugge. Siapa pun paham betul hubungan Vanhaezebrouck dan Mannaert tidak akan pernah cocok,” tutur Hans Vandeweghe.
Kini kepemimpinan Mark van Bommel menjadi babak baru perjalanan Skuad Setan Merah di panggung internasional. Publik sepak bola Belgia menantikan tangan dingin juru taktik Belanda ini membawa prestasi tinggi bagi negara tetangganya.