Merahputih.com - Pembatalan MotoGP Australia 2026 membuat persaingan perebutan gelar juara dunia semakin menarik.
Meski Marc Marquez memimpin klasemen dengan keunggulan 10 poin atas Jorge Martin, Ducati menegaskan peluang juara masih terbuka bagi para rivalnya.
Manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, menilai selisih poin tersebut belum cukup untuk memastikan Marquez meraih gelar juara dunia kesepuluhnya. Apalagi, masih ada 148 poin yang bisa diperebutkan pada sisa musim.
Baca juga:
Persaingan Sulit Diprediksi
Dikutip dari GPOne, Tardozzi menegaskan persaingan dapat berubah sewaktu-waktu, terutama jika seorang pembalap mengalami masalah fisik atau harus absen dari balapan.
Sepuluh poin bukan apa-apa. Masih ada 148 poin yang diperebutkan. Persaingan masih sangat terbuka,
ujar Tardozzi.
Ia juga menyoroti Marco Bezzecchi yang dinilai masih berpeluang meramaikan perebutan gelar. Menurutnya, performa para rival menunjukkan persaingan MotoGP 2026 belum bisa diprediksi.
Baca juga:
MotoGP Australia 2026: Balapan Terakhir di Phillip Island, Marquez dan Bagnaia Sedih
Ducati Prioritaskan Keselamatan Pembalap
Tardozzi mengakui pembatalan balapan Australia membuat Ducati kehilangan kesempatan menambah poin. Namun, ia menegaskan keselamatan pebalap tetap menjadi prioritas utama.
Pengalaman menyaksikan karier Carl Fogarty berakhir akibat kecelakaan di Phillip Island turut memengaruhi pandangannya.
“Kami kehilangan kesempatan, tetapi keselamatan lebih penting daripada olahraga,” katanya.
Baca juga:
Daftar Lengkap Pembalap untuk MotoGP 2027, Bagnaia ke Aprilia dan Acosta Gabung Ducati
Jorge Martin Ancaman Serius Marc Marcquez
Tardozzi juga menilai Jorge Martin masih menjadi ancaman serius bagi Marquez. Ia berharap Martin bisa kembali tampil pada seri Sepang jika kondisi fisiknya memungkinkan.
Menurut Tardozzi, Martin memiliki kecepatan dan tekad kuat untuk terus menekan Marquez hingga akhir musim.