Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup ShowBiz

Manja Lepas Single Paling Introspektif Lewat 'Wax & Feathers'

Angga Yudha Pratama - Selasa, 11 Januari

MerahPutih.com – Beberapa bulan selepas rilisan ‘My Oh My’ trio pop rock asal Bali MANJA kembali dengan single paling introspektif berjudul ‘Wax & Feathers’. Lagu yang sangat personal ini, terinspirasi dari perjuangan vokalis utama James Sukadana di masa lalu dengan kesehatan mental.

“Menampilkan kemampuan band ini untuk memadukan lirik reflektif dengan suara khas mereka, menjadikannya tambahan yang menyentuh untuk repertoar lagu-lagu mereka yang terus berkembang,” terang James dalam keterangan resminya.

Baca juga:

MANJA Renungkan Arti Hidup di 'My Oh My'

“Wax & Feathers” ditulis pada saat momen penting dalam hidup James. Menghadapi gangguan mental, ia menemukan dirinya berada di ujung tanduk - baik secara fisik, di atas tebing di Australia, dan secara emosional, di persimpangan jalan. Judul dan lirik lagu ini diambil dari catatan yang ditulis James untuk saudara perempuannya selama masa-masa kelam tersebut.

Lagu ini mengisahkan perjalanan James dalam menemukan jati diri dan penyembuhan. Perjalanannya dimulai di Australia, di mana dia mencari tujuan dan rasa memiliki. Terlepas dari harapan awalnya, ia diliputi kegelapan, yang membawanya kembali ke Bali untuk memulai hidup baru.

Baca juga:

Eclat Story dan ADA Band Bawa Aransemen Fresh Lagu 'Manja'

“Semua kejatuhan itu adalah bagian dari perjalanan. Itu bukanlah sebuah kegagalan selama Anda bisa bangkit dan membersihkan diri,” tambah James.

Lebih lanjut, dalam “Wax & Feathers”, James menghadapi kecenderungan pria untuk terus memikirkan kesalahan di masa lalu, menggunakan lagu ini sebagai bentuk penerimaan dan perwujudan hari esok yang lebih cerah dan lebih baik.

Terdiri dari James dan Nick Pratama pada gitar dan Mark Saputra pada keyboard, MANJA dikenal dengan lagu-lagu mereka yang upbeat dan menghentak yang cocok untuk ditarikan. Namun, “Wax & Feathers” menandai evolusi yang signifikan dalam ekspresi artistik mereka. (far)

Baca Artikel Asli