Man Sinner Rilis 'Bumi Menangis (Unplugged)', Respons Banjir Bandang di Sumatra dan Aceh

Senin, 12 Januari 2026 - Ananda Dimas Prasetya

MerahPutih.com - Grup band skatepunk asal Jakarta, Man Sinner, resmi meluncurkan single terbarunya berjudul Bumi Menangis (Unplugged). Lagu ini dirilis sebagai bentuk respons atas bencana banjir bandang yang baru-baru ini melanda sejumlah wilayah di Sumatra dan Aceh.

Salah satu personel Man Sinner, Achmad Alwan Damanik, menyampaikan bahwa melalui lagu tersebut, bandnya ingin mengajak para pendengar untuk berefleksi dan melakukan perubahan nyata terhadap kondisi lingkungan.

Menurutnya, perubahan tidak harus dimulai dari hal besar, melainkan dari kesadaran dan tindakan diri sendiri, yang kemudian diharapkan dapat menular kepada orang lain.

“Kami berharap lagu ini bisa menjadi pengingat dan mendorong pendengar untuk ikut berbenah. Perubahan harus dimulai dari diri sendiri sebelum akhirnya berdampak ke lingkungan sekitar,” ujar Achmad Alwan Damanik.

Bumi Menangis (Unplugged) merupakan versi terbaru dari lagu utama dalam album Bumi Menangis yang pertama kali dirilis pada 2020. Lagu tersebut kini dikemas ulang dengan aransemen unplugged yang lebih intim dan emosional.

Baca juga:

Gunung Kawi Tak Melulu Mistis, Matoha Mino Angkat Cerita Lain Lewat Karya Musik

Unit Sufi Rock Magelang Musuffer Gugat Ego dan Dogma lewat Single 'Last Trip'

Lirik Bumi Menangis - Man Sinner

Ketika alam tak lagi bersahabat

Ketika bencana tak dapat dihindarkan

Manusia hanya bisa menangis

Ini bukan negeri di bawah alam sadar

Ini bukan dongeng yang belum tentu benar

Buka matamu kawan

Buka hatimu kawan

Bumi akan terus menangis

Alam tak kan segan membunuh kita semua

Tawa seketika kan menjadi tangis

Bumi akan terus menangis

Alam tak kan segan membunuh kita semua

Tawa seketika kan menjadi tangis

Dan darah kan mengalir deras di setiap langkah

Akankah terus seperti ini?

Jerit tangis menghantui

Darah hitam mengalir tiada henti

Awan hitam menutupi

Akankah terus seperti ini?

Tiada pohon yang menghiasi

Mari kawan tanami bumi ini

Demi anak dan cucu kita nanti

Apakah ini yang kau inginkan?

Apakah ini yang kau harapkan?

Bukalah mata hati

Jaga dan lestarikan

(Far)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan