MerahPutih.com - Perayaan Halloween yang berlangsung meriah di seluruh wilayah Amerika Serikat berubah menjadi tragedi horor mencekam usai gelombang aksi penembakan senjata api menelan sedikitnya 76 korban jiwa.
Dikutip dari kantor berita RIA Novosti, Senin (2/11), Laporan analisis penegak hukum AS mencatat lebih dari 201 orang mengalami luka tembak serius di sejumlah wilayahsejak Jumat (30/10).
Banyak acara pesta rumah tangga hingga parade kostum Halloween berskala besar berakhir tragis akibat rentetan aksi kekerasan senjata api,
Baca juga:
Ada Kisah Iblis di Balik Labu Halloween, Begini Asal-usul Jack-o'-Lantern
Ratusan warga AS yang menjadi korban penembakan itu harus dilarikan ke rumah sakit sepanjang perayaan libur akhir pekan kemarin, sekaligus meninggalkan duga bagi keluarga yang ditinggalkan di tengah momentun Halloween.
Ibu Hamil Tewas hingga Penembakan di Pesta Kampus
Momen Halloween tahun ini yang jatuh pada hari Sabtu (31/10), menjadi sangat langka karena terakhir kali terjadi pada 2020 lalu dan diprediksi baru akan terulang kembali pada tahun 2037 mendatang.
Gelombang kekerasan bermula saat seorang remaja membawa senjata api ke SMA di Tennessee, yang kemudian disusul penembakan maut seorang pria berusia 35 tahun di kawasan Chicago Selatan.
Tragedi memilukan juga menerpa sebuah pusat perbelanjaan di Fairfield, California, ketika aksi penembakan di dekat toko kostum merenggut nyawa seorang wanita hamil berusia 31 tahun dan melukai enam orang lainnya.
Insiden berdarah berlanjut di area kampus Universitas Delaware dengan enam korban luka, pesta ulang tahun di Texas yang memakan tujuh korban tembak, hingga pertempuran di Florida yang menewaskan pemuda 20 tahun.
Baca juga:
Geger Penembakan di Washington Hilton, Trump: Kita Hidup di Dunia yang Gila
Horor Penembakan Malam Halloween di AS
-
Total Korban: 76 orang dinyatakan tewas dan 201 orang lainnya mengalami luka-luka akibat tembakan peluru senjata api.
-
Sebaran Lokasi: Insiden terjadi di Tennessee, Chicago, Missouri, California, Montana, Alabama, Kansas, Delaware, Texas, Florida, hingga Illinois.
-
Penyebab Utama: Kekerasan bermula dari kepemilikan senjata api ilegal remaja, pertengkaran di pesta perayaan, hingga kasus kekerasan dalam rumah tangga.
Dikutip Antara, rangkaian peristiwa tragis selama pekan Hollowen itu kembali memicu sorotan tajam dunia internasional terhadap isu kebebasan kepemilikan serta kontrol penggunaan senjata api di negeri Paman Sam.