Luas Area Karhutla Tertangani di Aceh Barat 41,4 Hektare, Tersisa 16,3
Selasa, 03 Februari 2026 -
MerahPutih.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat melaporkan bahwa luas area kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tertangani mencapai 41,4 hektare. Sehingga saat ini tersisa 16,3 hektare yang belum dapat ditangani.
Hal ini seperti disampaikan Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Aceh Barat Teuku Ronald di Meulaboh, Selasa (3/2).
“Alhamdulillah, luas karhutla yang sudah tertangani mencapai 41,4 hektare,” katanya dikutip dari Antara.
Secara total, luas area karhutla di Aceh Barat mencapai 57,7 hektare.
Lahan yang sudah berhasil dilakukan pemadaman api, di antaranya di Kecamatan Johan Pahlawan meliputi Desa Suak Raya seluas 9,5 hektare, Desa Lapang (Ujung Beurasok) seluas 8,5 hektare, Desa Suak Nie seluas 9 hektare, serta Desa Aron Baroh Kecamatan Woyla seluas 0,5 hektare.
Baca juga:
Karhutla Terjadi di 10 Kabupaten/Kota di Riau dengan Luas Total Mencapai 59,38 Hektare
Di Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat luas kebakaran lahan yang saat ini sudah selesai sepenuhnya ditangani, di antaranya di Desa Alue Peunyareng seluas 1 hektare, Desa Ujong Tanoh Darat (lokasi 1) seluas 0,5 hektare dan lokasi dua seluas 0,5 hektare.
Kemudian, di Desa Blang Luah, Kecamatan Woyla Barat, Kabupaten Aceh Barat luas kebakaran hutan dan lahan yang sudah berhasil ditangani seluas 3.9 hektare, serta di Desa Meunasah Rambot, Kecamatan Kaway XVI, luas lahan yang sudah berhasil dilakukan upaya pemadaman seluas 8,5 hektare.
Upaya pemadaman dilakukan berbagai unsur di antaranya personel Damkar Mako BPBD Aceh Barat, personel Damkar Kecamatan Woyla, personel Damkar Kecamatan Meureubo, personel Damkar Kecamatan Kaway XVI, personel Damkar Kecamatan Arongan Lambalek.
Kemudian, personel Manggala Agni Sibolangit Balai Dalkarhut Sumatera, prajurit TNI dari Kodim 0105 Aceh Barat, prajurit TNI dari Yonif 116 Garda Samudra, personel Polres Aceh Barat, personel KPH Wilayah IV Aceh, personel DLHK Provinsi Aceh, serta masyarakat di sekitar lokasi kebakaran.
Teuku Ronald mengatakan kencangnya tiupan angin di lokasi kebakaran menyebabkan upaya pemadaman menjadi terkendala, dan minimnya sumber air di sekitar lokasi kebakaran juga menjadi tantangan petugas dalam melakukan upaya pemadaman api di setiap lokasi.