MERAHPUTIH.COM - ADA kisah Roro Jongrang balik kemegahan Candi Prambanan. Kisah Roro Jongrang telah menjadi legenda turun-temurun terkait dengan kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang berdiri di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah ini.
Meski bukan merupakan catatan sejarah, legenda ini terus hidup di tengah masyarakat dan menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Prambanan.
Lamaran Bandung Bondowoso kepada Roro Jonggrang
Roro Jonggrang ialah putri Prabu Boko, penguasa Kerajaan Boko. Setelah kerajaan itu ditaklukkan Bandung Bondowoso, sang kesatria jatuh hati kepada Roro Jonggrang dan berniat mempersuntingnya.
Namun, Roro Jonggrang enggan menerima lamaran tersebut karena Bandung Bondowoso dianggap sebagai penyebab gugurnya sang ayah.
Baca juga:
Momen Hangat Presiden Prabowo dan PM India Narendra Modi saat Berkunjung ke Candi Prambanan
Syarat Membangun 1.000 Candi
Untuk menolak lamaran tanpa mengatakannya secara langsung, Roro Jonggrang memberikan syarat yang nyaris mustahil dipenuhi. Bandung Bondowoso diminta membangun 1.000 candi hanya dalam waktu satu malam, sebelum matahari terbit.
Dengan kesaktiannya, Bandung Bondowoso memanggil pasukan makhluk halus untuk membantu membangun ratusan candi dalam waktu singkat.
Tipu Muslihat Roro Jonggrang
Saat melihat pembangunan hampir selesai, Roro Jonggrang menyusun siasat agar pekerjaan tersebut gagal. Beberapa cara yang dilakukan, seperti:
- Menyalakan obor di sisi timur sehingga langit tampak terang.
- Membakar jerami agar suasana menyerupai datangnya pagi.
- Meminta para perempuan menumbuk padi sehingga ayam-ayam mulai berkokok.
Saat melihat tanda-tanda fajar, para makhluk halus mengira malam telah berakhir dan menghentikan pekerjaan mereka.
Dikutuk Menjadi Arca
Ketika menghitung hasil pekerjaannya, Bandung Bondowoso mendapati jumlah candi baru mencapai 999 buah. Karena merasa telah ditipu, ia murka dan mengutuk Roro Jonggrang menjadi batu untuk melengkapi candi yang ke-1.000.
Masyarakat kemudian mengaitkan kutukan tersebut dengan Arca Dewi Durga yang berada di ruang utara Candi Siwa. Hingga kini, banyak orang mengenalnya sebagai Arca Roro Jonggrang.
Meski legenda dan sejarah berasal dari dua sumber yang berbeda, keduanya saling melengkapi dalam membentuk identitas Candi Prambanan. Kisah Roro Jonggrang tidak hanya menjadi dongeng yang diwariskan dari generasi ke generasi, tetapi juga memperkaya nilai budaya yang dimiliki salah satu situs bersejarah paling ikonis di Indonesia.(far)
Baca juga:
Restorasi Besar Candi Prambanan Rampung 2029, PM Modi : Wisatawan India akan Tertarik Berkunjung