Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Langkah Pertama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi Setelah Dilantik Prabowo, Fokus Persiapkan Mudik 2025

Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 20 Februari 2025

MerahPutih.com - Presiden Prabowo melantik serentak 961 kepala daerah yang terdiri atas 33 gubernur dan 33 wakil gubernur, 363 bupati dan 362 wakil bupati, kemudian 85 wali kota dan wakil wali kota di kompleks Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis (20/2). Salah satu yang dilantik adalah Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Ia menyatakan akan fokus pada pembenahan infrastruktur hingga mengatasi masalah kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah.

"Semuanya program kita laksanakan dengan maksimal. Ya infrastruktur," ujar Luthfi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/2).

Luthfi mengatakan, akan mempercepat semua program dengan fokus pada program-program prioritas dan program aksi yang telah direncanakan.

Baca juga:

Pastikan Jalan Tol Solo - Jogja untuk Arus Mudik, Dirlantas Polda Jateng Lakukan Inspeksi

Selain itu, menjelang musim mudik, Jawa Tengah sebagai pusat arus mudik di Pulau Jawa akan melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum, untuk memastikan jalan-jalan nasional dalam kondisi baik.

Ia menegaskan, pelayanan terhadap jalan provinsi dan kabupaten juga akan ditingkatkan agar arus mudik dan balik di wilayah Jawa Tengah berjalan lancar.

"Minimal saat menjelang arus mudik dan balik wilayah Jawa Tengah sudah mulus dan bagus," ucapnya.

Terkait kemiskinan di Jateng yang menjadi sorotan dalam beberapa tahun terakhir, beberapa upaya akan dilakukan, di antaranya peningkatan layanan dasar, termasuk perbaikan infrastruktur di 2.600 sekolah yang menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi.

Langkah lainnya, penguatan swasembada pangan sebagai lumbung padi nasional akan menjadi fokus serta prioritas pada pembangunan infrastruktur pengairan sekunder. Program bantuan sosial, seperti 1.000 rumah layak huni dan bantuan langsung tunai juga akan ditingkatkan.

Mengatasi masalah Pendidikan pada masyarakat miskin ekstrem, lanjut ia, akan memberikan beasiswa untuk 160 ribu masyarakat miskin ekstrem yang putus sekolah, mencakup biaya seragam, internet, buku, dan lainnya. (*)

Baca Artikel Asli