Merahputih.com - Atmosfer ruang ganti Real Madrid dikabarkan makin memanas menjelang musim baru.
Penyerang asal Prancis, Kylian Mbappe, kini menghadapi tembok besar bernama krisis kepercayaan dari rekan setim akibat kegagalan kolektif musim ini.
Meskipun mengantongi statistik individu mengesankan, harian AS melaporkan munculnya kekhawatiran besar mengenai peran Mbappe dalam skuad Los Blancos.
Baca juga:
Real Madrid menyudahi musim tanpa raihan trofi besar, memicu pergeseran fokus publik dari performa lapangan menuju dinamika internal tim.
Egoisme Individu Picu Frustrasi Tim
Laporan media Spanyol tersebut membeberkan rasa frustrasi sejumlah anggota skuad Real Madrid terhadap rentetan keputusan Kylian Mbappe sepanjang musim.
Beberapa tindakan mantan pemain PSG dinilai lebih memprioritaskan kepentingan pribadi ketimbang kejayaan kolektif klub.

Dampaknya, pandangan sehari-hari awak tim terhadap pemain internasional Prancis ini berubah negatif. Jajaran manajemen Real Madrid bergerak cepat membahas situasi miring ini secara langsung dalam pertemuan tertutup menjelang pertandingan kontra Athletic Club.
Para direktur klub mengingatkan Mbappe mengenai pentingnya eksistensi dirinya bagi Real Madrid saat ini dan masa depan,
tulis laporan harian AS.
>Kegagalan Transisi Peran Kepemimpinan
Pihak manajemen juga mendorong sang penyerang melakukan refleksi mendalam atas rentetan peristiwa musim ini.
Manajemen menuntut pemahaman penuh dari sang mega bintang terkait eksistensi ekspektasi besar selaku wajah utama proyek masa depan klub.
Baca juga:
Sejatinya, terdapat beberapa momen ketika Mbappe terlihat mencoba mengambil alih peran kepemimpinan dalam skuad.
Namun, transisi kepemimpinan tersebut tidak pernah terwujud secara nyata akibat penolakan terselubung. Baik sang pemain maupun penghuni ruang ganti sama-sama enggan menerima tanggung jawab kepemimpinan tersebut sesuai harapan awal publik.