Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Kualitas Udara di Jakarta Masuk Kategori Tidak Sehat Kamis Pagi, Terburuk Kedua di Dunia

Frengky Aruan - Kamis, 25 Juni 2026

Merahputih.com - Kualitas udara di Jakarta masuk kategori tidak sehat pada Kamis, 25 Juni 2026 pagi. Indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta berada di angka 174 atau masuk dalam kategori tidak sehat dengan polusi udara PM2.5 dan nilai konsentrasi 80 mikrogram per meter kubik.

Hal ini Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 05.50 WIB. Jakarta pun menduduki peringkat kedua sebagai kota dengan udara terburuk di dunia.

Adapun kota dengan kualitas udara terburuk urutan pertama yaitu Kinshasa, Democratic Repiblic of the Congo di angka 204, urutan ketiga Dubai United Arab Emirates di angka 151, urutan keempat Kolkata, India di angka 135, dan urutan kelima Doha, Qatar di angka 132.

Tingkat kualitas udara di Jakarta tidak sehat bagi kelompok sensitif karena dapat merugikan manusia atau pun kelompok hewan yang sensitif atau bisa menimbulkan kerusakan tumbuhan atau pun nilai estetika.

Baca juga:

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Wilayah Jakarta Diguyur Hujan Ringan Kamis, 25 Juni 2026 Pagi dan Sore Hari

IQAir merekomendasikan masyarakat sebaiknya menghindari aktivitas di luar ruangan. Jika berada di luar ruangan menggunakan masker, kemudian menutup jendela untuk menghindari udara luar yang kotor.

Sementara itu, kualitas udara kategori baik di mana tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan atau pun nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 0-50.

Kategori sedang yakni kualitas udaranya yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif dan nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 51-100.

Kategori sangat tidak sehat dengan rentang PM2,5 sebesar 200-299 atau kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. Terakhir, berbahaya (300-500) atau secara umum kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi.(*)

Baca Artikel Asli