MIRIP gamelan. Bedanya, alat musik Krumpyung terbuat dari bambu. Kemiripan suara Krumpyung dengan gamelan disebabkan oleh tangga nadanya yang disetem mengikuti tangga nada pentatonik pada gamelan Jawa.
Alat musik tradisional khas Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu dimainkan di Istana Negara pada Kamis (17/8). Para pemainnya ialah Srawung Krumpyung dari Dinas Kebudayaan DIY.
Instrumen musik Krumpyung mencakup demung, saron, peking, bonang, gambang, gong kecil, gong tiup, dan gendang. Krumpyung unik karena nada yang digunakan adalah laras slendor dan pelog. Kemudian gongnya pun ada dimainkan dengan cara ditiup dan dipukul.
Sebelum Jepang menjajah Indonesia, musik Krumpyung sering ditampilkan di perayaan adat seperti resepsi pernikahan dan khitanan. Ketika Jepang masuk, seni musik ini menghilang, lalu baru hadir lagi pada 1973.
Musik tradisional dari Kulonprogo ini terbilang sering dipentaskan di festival-festival berskala internasional. Sebut saja Festival Gamelan Internasional pada November 2009. Sebelumnya, pemusik Indonesia juga pernah berkolaborasi dengan seniman Prancis menyusun komposisi musik kontemporer.
Di Indonesia sendiri, Krumpyung kalah tenar dengan K-Pop. Meski begitu, masih ada segelintir orang yang memanfaatkan musik Krumpyung sebagai musik pengiring pertunjukan kesenian tradisional Jawa. Misalnya saja untuk mengiringi tari Encling dan Ketoprak. Lantas, bagaimana dengan Anda? Apakah masih mengenal musik tradisional ini? (*)
Baca juga artikel Wahulo, Alat Musik Tradisional Gorontalo Yang Tembus Pasar Perancis.