Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Bahaya Flexing Bikin Kalap! KPK Ingatkan Gaya Hidup Mewah Keluarga Picu Korupsi

Wisnu Cipto - 2 jam, 23 menit lalu

MerahPutih.com - KPK memberikan peringatan serius mengenai bahaya gaya hidup mewah atau kebiasaan pamer kekayaan (flexing) di lingkungan keluarga yang berpotensi menjadi pemicu utama terjadinya tindak pidana korupsi.

Tekanan gaya hidup berlebihan atau flexing yang dipertontonkan ke publik sangat berkaitan erat dengan meningkatnya risiko dorongan untuk memenuhi kebutuhan finansial secara tidak sah.

Kalau dilihat dari dua sisi, keluarga bisa menjadi penguat integritas, tetapi bisa juga menjadi pendorong terjadinya korupsi,

Wakil Satuan Tugas II Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK Dion Hardika Sumarto, di Bengkulu, Selasa (20/10).

Baca juga:

Petugas Haji Dilarang Flexing Saat di Tanah Suci

KPK Gandeng BKKBN Edukasi Antikorupsi di Keluarga

Menurut Dion, edukasi nilai-nilai kejujuran sejak dini dari lingkungan keluarga terkecil dipandang sebagai strategi paling fundamental untuk mengikis budaya kecurangan (fraud) di tengah masyarakat.

Guna membendung ancaman tersebut, KPK gencar mengembangkan program "Keluarga Berintegritas" dengan merangkul berbagai komunitas pengasuhan (parenting), organisasi ketahanan keluarga, hingga instansi pemerintah terkait.

Pelaksanaan program pencegahan ini turut mengandeng Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) serta dinas daerah untuk memperkuat fondasi moral di masyarakat.

"KPK tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun budaya integritas di tengah masyarakat, oleh karena itu keterlibatan berbagai pihak begitu diperlukan," tandasnya.

Baca juga:

TPP ASN DKI Aman dari Potongan, Pramono Anung Ancam Pecat PNS yang 'Flexing'

Bengkulu Menjadi Pilot Project

Program penanaman budaya antikorupsi ini telah berjalan secara berkala di berbagai daerah dan provinsi di Indonesia. Dilakutip Antara, Bengkulu sendiri menjadi salah satu titik fokus pelaksanaan pada Oktober 2026.

KPK menaruh harapan besar agar peran aktif komunitas dapat membentengi generasi muda dari godaan kebiasaan pamer kemewahan yang merusak integritas bangsa.

Pendekatan ini diharapkan mampu menyadarkan setiap anggota keluarga agar terbiasa menerapkan pola hidup sederhana dan saling mengingatkan akan bahaya penyalahgunaan wewenang.

Kini masyarakat diajak untuk kembali membumikan pola hidup bersahaja dan menjadikan integritas sebagai nilai tertinggi di dalam keluarga. (*)

Baca Artikel Asli