Konten Kunjungan Kerja Wapres Gibran Pakai 'Lagu Melayu' Milik Pandji Pragiwaksono, Simak Lirik Lengkapnya

Minggu, 11 Januari 2026 - Ananda Dimas Prasetya

MerahPutih.com - Pandji Pragiwaksono kembali menjadi sorotan publik setelah special show stand-up comedy bertajuk Mens Rea yang resmi tayang di Netflix. Dalam pertunjukan tersebut, Pandji secara terbuka menyebut sejumlah nama pejabat dalam materi komedinya, yang kemudian memicu beragam perbincangan di ruang publik dan media sosial.

Gaya kritik khas Pandji yang tajam namun dibalut humor kembali menjadi perhatian penonton. Materi yang disampaikan dalam Mens Rea dinilai berani karena menyinggung isu-isu aktual dan figur publik, sekaligus menegaskan posisi Pandji sebagai komika yang kerap mengangkat tema sosial dan politik.

Salah satu momen yang turut menyita perhatian publik adalah keterkaitan tak terduga dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Gibran diketahui menggunakan Lagu Melayu, salah satu karya musik Pandji Pragiwaksono, dalam unggahan konten kunjungan kerja sebagai Wakil Presiden. Momen tersebut sontak menuai beragam reaksi, mulai dari keheranan hingga rasa penasaran warganet.

Baca juga:

Dilaporkan ke Polisi, Pandji Pragiwaksono Buka Suara soal Materi Stand Up 'Mens Rea'

Lirik Lagu 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono, Single Pelampiasan Kegelisahan Politik Pengiring Stand-Up Comedy Special

Lirik Lagu Melayu - Pandji Pragiwaksono

Udara segar masuk ke kamar, rebahan bentar (Tidur lagi)

Atau niat bangun pagi-pagi lihat sunrise di Borobudur asik sendiri

Atau ke Kupang menatap pantai bersantai kita sambil mengopi

Pernahkah engkau sendiri di pantai Samalona Makassar

Atau ke Belitung lalu ke pantai foto-foto di depan batu yang besar

Atau Manado di bulan juli, kekayaan lautnya lebih di Bali

Di pantai pulau Siladen menatap Manado tua terasa keren

Main bola dengan pemuda, di desa Sumberejo Lampung Utara

Atau main basket dengan penuh gaya di stadion DBL arena Surabaya

Dimana pun kita berada selama berdiri di Indonesia

Harus bangga harus berkarya dan harus dengarkan lagu saya

Jalan jalan ke pasar ketemu Mbak Ayu

Duduk bersamanya dan minum-minum jamu

Jangan pernah malu punya darah Melayu

Karena itu kekayaan milik bangsamu

Jalan jalan ke pasar ketemu Mbak Ayu

Duduk bersamanya dan minum-minum jamu

Jangan pernah malu punya darah Melayu

Karena itu kekayaan milik bangsamu

Banyak orang di Indonesia hanya pergi ke kota-kota yang sama

Libur ke Singapur atau ke Malaysia

Weekend ke Bandung pulang ke Jakarta

Hanya tau tentang Indonesia dari berita, tv dan koran saja

Bukalah kopermu isi dengan baju, banyak destinasi yang bisa dituju (Yah) '

Pernahkah kau ada seorang kawan, ngopi kentong susu jahe di belandongan

Atau di Medan ke nelayan nikmati seporsi pancake durian

Sempatkan untuk meluncur ke Padang makan sate Padang Mak Syukur

Atau di Malang duduk dengan tenang

Dengan secangkir hangat wedang secang

Apalagi kau ragu untuk menjelajahi negerimu perjalanan pesawat tak makan waktumu

Kecuali Papua hanya setidurmu

Siapa lagi kalau bukan kamu yang jadi duta untuk bangsamu

Negeri yang kaya kamu pun tau, sekarang giliran dunia yang tau

Jalan jalan ke pasar ketemu Mbak Ayu

Duduk bersamanya dan minum-minum jamu

Jangan pernah malu punya darah Melayu

Karena itu kekayaan milik bangsamu

Jalan jalan ke pasar ketemu Mbak Ayu

Duduk bersamanya dan minum-minum jamu

Jangan pernah malu punya darah Melayu

Karena itu kekayaan milik bangsamu

Anak-anak yang ada dimana-mana

Semua punya senyum yang sama, semua simpan mimpi yang sama

Sayang sekali oleh kakaknya yang darah Melayu digoda-goda

Charlie, lanjutkanlah kau berkarya

Mungkin kelak kita bisa

Jalan jalan ke pasar ketemu Mbak Ayu

Duduk bersamanya dan minum-minum jamu

Jangan pernah malu punya darah Melayu

Karena itu kekayaan milik bangsamu

Jalan jalan ke pasar ketemu Mbak Ayu

Duduk bersamanya dan minum-minum jamu

Jangan pernah malu punya darah Melayu

Karena itu kekayaan milik bangsamu

(far)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan