MerahPutih.com - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dibantu KNKT asal Amerika Serikat atau National Transportation Safety Board (NTSB) melakukan investigasi kecelakaan pesawat Lion Air penerbangan JT-610 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10) lalu.
"Jadi mereka dalam hal ini membantu untuk KNKT melakukan investigasi. Tugas Boeing bantu NTSB, NTSB bantu Indonesia," kata Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono di Jakarta International Container Terminal (JICT) 2 Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (1/11).
Menurut Soerjanto, nantinya semua data yang berasal dari pabrikan Boeing harus melewati investigasi NTSB. Diketahui JT-610 merupakan pesawat buatan Boeing. "Nanti kita bisa minta data apapun yang kita minta berkaitan dengan penyelidikan pesawat itu," tuturnya.
Soerjanto pun menuturkan kedatangan pihak NTSB dan Boeing 737 Max 8 ke Jakarta ini juga membantu menginvestigasi penyebab kerusakan pesawat. "Ya termasuk itu semua," ungkapnya.
Diketahui sebelumnya, pesawat Lion Air penerbangan JT-610 dikabarkan hilang kontak take off Pukul 06.20 WIB. Seharusnya pesawat sudah mendarat di Pangkal Pinang pukul 7.20 WIB. Pesawat hilang kontak Pukul 06.33 WIB. 13 menit setelah take off dari Jakarta.
Pesawat hilang kontak Pukul 06.33 WIB. 13 menit setelah take off dari Jakarta. Hingga kini tim SAR gabungan tengah mencari dan mengevakuasi korban terjatuhnya pesawat Lion Air JT-610 di Perairan Karawang, Jawa Barat.
Black box berwarna oranye telah berhasil ditemukan oleh tim penyelam Taifib Marinir TNI AL di perairan Ujung Karawang, Jawa Barat. Namun hingga sampai saat ini kotak hitam tersebut belum diterima oleh KNKT. (Asp).