Kisah Taskya Namya Membangun Ketegangan di 'Tanduk Setan'

Kamis, 07 Maret 2024 - Dwi Astarini

MERAHPUTIH.COM - SEPASANG suami-istri menanti kelahiran anak yang tak kunjung datang di antara teror mengancam ketika terbit matahari. Di lain sisi, ada seorang ibu, yang memasang susuk untuk menafkahi keluarganya, harus menjalani sakaratul maut nan menyakitkan saat matahari terbenam.

Itulah dua kisah penting tentang kelahiran dan kematian yang mengerikan akibat perbuatan umat manusia ketika hidup yang menjadi inti dari film horor Tanduk Setan. Film Tanduk Setan mengisahkan teror saat menanti kelahiran anak akibat hamil di luar nikah dan 14 hari penantian untuk kematian akibat susuk yang belum dikeluarkan.

BACA JUGA:

'Tanduk Setan’, Film Horor Ramadan Sarat Makna Kehidupan

Film ini merupakan besutan rumah produksi Starvision bekerja sama dengan Forka Film, dan Asa Film. Tanduk Setan digarap sutradara Amriy R Suwardi dan Bobby Prasetyo dan akan tayang perdana di bioskop pada 14 Maret 2024. Produser film ini, Chand Parwez, mengatakan Tanduk Setan merupakan film kontemplatif yang bakal membuat para penonton menyadari tentang keputusan yang dianggap benar, tetapi justru bisa membuat keadaan menjadi lebih buruk.

Film ini dibintangi para aktor dan aktris berbakat Indonesia, Boy Muhammad, Nur Mayati, Taskya Namya, Rukman Rosadi, Diabh Permatasari, Baby Jovanca, Cindy Nirmala, Nazla Thoyib Amir, dan Muhammad Banyu Bening.

Taskya Namya, yang memerankan karakter Nur dalam film ini, menceritakan pengalamannya yang intens selama proses produksi. Ia memerankan seorang anak yang ibunya mengalami sakaratul maut akibat susuk. Proses tersebut dilakukan dengan membangun ketegangan serta suasana murung dan kehilangan orang tersayang.

"Berperan dalam film ini merupakan pengalaman yang luar biasa. Menjadi Nur yang harus menghadapi situasi tidak biasa di dalam keluarganya tentu membuatnya merasakan berbagai perasaan dalam satu masa dengan rentang yang panjang. Itu yang saya jaga untuk menciptakan ketegangan, tapi juga menghadirkan nuansa yang murung dan misterius," kata Taskya di Epicentrum XXI, Jakarta, Kamis (7/3).

Chand Parwez berharap Tanduk Setan bisa menjadi pilihan film yang berbeda sekaligus dapat memberikan sebuah makna tentang kehidupan di antara banyaknya judul-judul film di bulan Ramdan.

“Harapannya, di antara banyak sekali pilihan menonton yang hadir saat Ramadan, mungkin dengan Tanduk Setan ini kita mempunyai pilihan yang berbeda bahwa horor pun bisa menghadirkan sesuatu yang mempunyai makna,” tutupnya.(pon)

.

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan