MerahPutih.com - Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj mengajak Nahdliyin atau warga NU agar fokus beribadah selama Ramadan.
“Tetap bekerja untuk kelangsungan hidup keluarga dan tidak perlu ikut aksi 22 Mei 2019. Saya meminta warga Nahdlatul Ulama untuk tidak ikut-ikutan rencana aksi 22 Mei 2019,” kata Said, dalam keterangannya, Selasa (21/5).
BACA JUGA: Manfaat dan Hikmah Puasa di Bulan Ramadan
Said mengatakan bulan puasa memiliki banyak keutamaan seperti waktu diturunkannya Alquran, kesempatan mendekatkan diri kepada Allah dan bulan untuk meningkatkan kualitas beribadah.
“Ramadan adalah bulan yang seyogianya diisi dengan serangkaian amal ibadah yang positif dan luhur sesuai dengan anjuran Allah SWT. Mari Bersama-sama menyemarakkan Ramadan dengan tarawih, tadarus, mengaji, memperkuat silaturahim dan amal ibadah yang bermanfaat lainnya,” paparnya.
Menurut Said, tidak ada gunanya berpuasa jika masih gemar menyebarkan hoaks dan menggunjing. Ibadah Ramadan juga percuma jika yang bersangkutan tidak disertai dengan usaha menjaga mulut dan jari-jari agar tidak menyebarkan berita bohong, fitnah dan adu domba.
“Tetap khusyuk menjalankan ibadah dan bekerja untuk kemaslahatan keluarga. Itulah jihad yang sebenarnya. Mari bersama-sama meninggalkan perbuatan-perbuatan yang membuat puasa kita menjadi percuma dan tak bernilai,” imbuhnya.
BACA JUGA: Timbulkan Ketakutan, Hoaks Merupakan Tindakan Teror
Lebih jauh, Said juga mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan. Dua hal itu sangat penting untuk dipertahankan sebagai bagian dari menjaga keselamatan bangsa. (Knu)