Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup

Kenang sang Pendiri, Bugatti Desain Mobil Khusus

Dwi Astarini - Jumat, 23 Agustus 2019

HANYA segelintir orang yang mengetahui EB110. Mobil tersebut merupakan pendahulu dari Bugatti Veyron. Dilansir laman Hotcars, sedikit yang mengetahui mobil itu karena Bugatti pernah mengalami kemunduran pada 1995. Hal itu menyebabkan mereka memberhentikan semua produksi.

Semua sasis dan mesin yang belum selesai dijual ke perusahaan lain. Namun, Bugatti bangkit pada penghujung era 90-an. Mereka menyelesaikan EB110 yang sebelumnya gagal. Memiliki mesin V12 quad-turbo yang menghasilkan 553 tenaga kuda. EB110 memiliki kecepatan maksimal hingga 350 km/jam. Bahkan mampu berakselerasi dari 0-100 km/jam hanya dalam waktu 3,2 detik.

BACA JUGA: Ragam dan Bentuk Sekering pada Mobil

Pada hari ulang tahun ke-138 sang pendiri, Ettore Bugatti, pabrikan mobil ini membuatkan versi terbaru dari EB110, yaitu Chiron. Stephen Winkelmann selaku CEO Bugatti mengatakan, "Kami sangat bangga dengan sejarah Bugatti yang panjang. EB110 sangat bersejarah. Itulah sebabnya mengapa kami selalu membuat versi terbaru dari mobil tersebut. Kali ini yang kami buat bernama Centodieci."

bugatti
Wajah baru EB110 yang dinamai Centidieci. (foto: zero2turbo)

Centodieci menggunakan sasis yang sama seperti Chiron. Namun, desain keseluruhan dibuat ulang. Semua itu berguna untuk mencapai keseimbangan yang halus dengan kesan EB110. Tentunya dengan memberikan komponen mekanis yang dibutuhkan Centodieci di masa sekarang.

bugatti
Dibuat sehalus mungkin. (foto: our auto expert)

Desain bagian depan terdapat gril khas Bugatti yang nampak lebih kecil. Memiliki ventilasi udara yang lebih besar di sampingnya. Lampu LED yang sangat tipis. Memiliki penempatan lampu yang jauh lebih tinggi daripada Chiron. Bahkan bisa dibilang berada di kap mesin.

bugatti
Lampu depan super tipis. (foto: tech crunch)

Untuk bagian belakang terdapat lampu yang terlihat seperti mengambang. Knalpot quad baru yang masing masing memiliki dua pipa knalpot dan ditumpuk satu sama lainnya. Yang terbaik dari semuanya adalah mesin W16 quad-turbo 8,0L. Mesin tersebut mampu menghasilkan 1.600 tenaga kuda.

bugatti
Lampu belakang seperti melayang. (foto: maxresdefault)

Namun, banyak yang kecewa dengan limit Centodieci. Meski memiliki mesin yang sangat besar, kecepatannya hanya mencapai 380km/jam. Meski begitu, Bugatti meyakinkan bahwa Centodieci bisa digunakan di trek balap. Mungkin itu bisa memakan waktu yang cukup lama.

Centodieci bisa dibilang mobil yang sangat eksklusif. Hanya ada 10 mobil di dunia. Namun, waktu memesannya hingga dua tahun lamanya. Centodieci juga memiliki harga fantastis. Satu Centodieci dijual mulai dari Rp127 miliar.(ape)

BACA JUGA: Mobil Jepang Terbaik di Tahun 2019

Baca Artikel Asli