Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis

Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026

MERAHPUTIH.COM - KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan per September 2026 program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah diikuti sekitar 99,1 juta peserta sejak diluncurkan pada Februari 2025. Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.

Pasalnya, melalui CKG, masyarakat dapat dengan mudah mengetahui gejala kedua masalah kesehatan tersebut sejak dini sehingga penderita dapat mengendalikan faktor risikonya dengan cepat. Sebagai dampaknya, angka harapan hidup Indonesia akan membaik dalam jangka panjang.

"Jadi manfaatnya (CKG) baru terasa di 2035, tapi sudah kita mulai kerjakan dari sekarang. Jadi sampai 10 tahun nanti kita benar-benar akan merasakan manfaatnya," ujar Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, dikutip Kamis (1/10).

Ia melanjutkan potensi tersebut didasarkan pada rekam medis peserta CKG tahun lalu, khususnya hipertensi dan gula darah, yang menjadi dua faktor risiko utama penyakit stroke dan kardiovaskular.

Baca juga:

Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa



Dari segi pemantauan hipertensi, Kementerian Kesehatan pada tahun lalu menemukan sebanyak 6,81 juta peserta CKG terdiagnosis mengalami tekanan darah tinggi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2,41 juta di antaranya kembali mengikuti CKG tahun ini. Dari jumlah peserta yang kembali mengikuti CKG tersebut, Kementerian Kesehatan menemukan sebanyak 1,13 juta peserta, atau 46,9 persen, memiliki tekanan darah yang terkendali.

Sementara itu, dari segi pemantauan gula darah, Kementerian Kesehatan menemukan sebanyak 1,02 juta peserta CKG tahun lalu terdiagnosis diabetes melitus. Sebanyak 340.117 peserta di antaranya kembali mengikuti CKG tahun ini. Dari jumlah tersebut, sebanyak 235.895 peserta, atau 69,4 persen, kini telah memiliki gula darah yang terkendali.

Hal ini menunjukkan CKG memiliki peran penting bagi masyarakat dalam mengetahui kondisi kesehatan mereka sehingga mereka dapat mengendalikan faktor risikonya sedini mungkin.

"Kalau kita bisa melakukan tata laksana lebih awal dari hipertensi, diabetes, dan kolesterol ini, maka kita bisa menjaga masyarakat masuk ke dalam sakit jantung dan pembuluh darah, seperti stroke dan sebagainya," papar dia.

Ia mengatakan pengendalian risiko kesehatan sejak dini dapat menghindarkan masyarakat dari penyakit kronis dan pada akhirnya meningkatkan angka harapan hidup Indonesia. Dante menyebut CKG diharapkan dapat membantu meningkatkan angka harapan hidup Indonesia menjadi 76 hingga 78 tahun, lebih tinggi daripada kondisi saat ini yang rata-rata mencapai 71 hingga 72 tahun.

"Pada saat itu (2035) ada bonus demografi, penduduk Indonesia akan mendapatkan kualitas kesehatan yang lebih terjamin," tambahnya.

Saat ini, Kementerian Kesehatan memfokuskan tata laksana pada tiga risiko kesehatan, yakni hipertensi, diabetes, dan dislipidemia, untuk menekan angka morbiditas (kesakitan) dan mortalitas (kematian). Prioritas tersebut didasarkan pada masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan pada seluruh siklus hidup melalui CKG 2026.

Melalui deteksi dan penanganan secara dini, pemerintah juga berharap biaya pengobatan dapat ditekan karena penyakit dapat ditangani sebelum mencapai stadium akhir yang membutuhkan penanganan lebih intensif dengan biaya yang lebih besar.(Asp)



Baca juga:

Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi

Baca Artikel Asli