Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Olahraga

Kasus Penjualan San Siro Memanas, Kepolisian Italia Selidiki Dugaan Manipulasi Tender

Soffi Amira - Selasa, 12 Mei 2026

MerahPutih.com - Penjualan bersejarah San Siro kini berada di bawah pengawasan. Setelah negosiasi intensif antara Kota Milan, Inter Milan, dan AC Milan, ketiga pihak mencapai kesepakatan agar kedua klub menjadi pemilik stadion dengan imbalan 197 juta euro (Rp 4 triliun).

Namun, menurut laporan Calcio e Finanza, polisi keuangan Italia kini mencurigai adanya penyimpangan dalam proses tersebut.

Inter Milan maupun AC Milan saat ini tidak sedang dalam penyelidikan. Untuk saat ini, fokus sepenuhnya tertuju pada Kota Milan dan sembilan karyawan yang sedang diperiksa oleh pihak berwenang atas dugaan pengaturan tender.

Mereka juga dituduh membocorkan rahasia selama pengawasan proses penjualan stadion sejak 2019 hingga pengumuman publik pada 24 Maret 2025.

Baca juga:

Skandal Wasit Serie A Menguat, Investigasi Tegaskan tak Ada Pemain dan Klub yang Terlibat

Polisi Selidiki Kasus Penjualan San Siro

Polisi sedang menyelidiki kasus penjualan San Siro
Polisi sedang menyelidiki kasus penjualan San Siro. Foto: Dok. AC Milan
>Menurut jaksa Italia, beberapa pihak yang sedang diselidiki, termasuk pejabat kota dan konsultan yang ditunjuk oleh Inter dan Milan, bersama beberapa mantan karyawan Inter, melakukan "diskresi sewenang-wenang dalam proses pemilihan kontraktor dengan memanipulasi berbagai tahapan prosedur untuk menghilangkan atau mencegah calon penawar selain yang sebelumnya diutamakan."

Jadi, para penyelidik sedang memeriksa apakah penjualan tersebut menguntungkan kepentingan swasta daripada kepentingan publik.

Investigasi dimulai setelah beberapa pengaduan diajukan oleh kelompok-kelompok warga yang menentang penjualan dan rencana pembongkaran stadion, karena kedua klub bermaksud membangun stadion baru.

Baca juga:

AC Milan Terancam Gagal ke Liga Champions Musim Depan, Massimiliano Allegri Minta Fokus Bangkit

Selama operasi polisi keuangan yang dilakukan pada awal April 2026, komputer dan telepon seluler disita.

Namun, investigasi saat ini terhenti setelah Direktur Jenderal Kota Milan, Christian Malangone, menolak memberikan kata sandi yang dibutuhkan polisi untuk mengakses perangkat elektroniknya.

Bagi jaksa, peran Malangone dianggap krusial. Sebab, ia adalah pejabat kota yang paling terlibat dalam diskusi selama bertahun-tahun dengan Inter dan AC Milan.

Pihak lain yang sedang diselidiki telah memberikan akses ke perangkat mereka yang disita. Lalu, pihak berwenang sekarang sedang meninjau dokumen dan percakapan yang dianggap relevan dengan kasus tersebut.

Inter Milan dan AC Milan Sepakat Beli San Siro

Inter Milan dan AC Milan setuju beli San Siro
Inter Milan dan AC Milan setuju beli San Siro. Foto: Dok. Inter Milan
>Kontroversi seputar investigasi ini juga telah mencapai arena politik. Fratelli d’Italia, partai politik yang dipimpin oleh Perdana Menteri Giorgia Meloni dan bagian dari oposisi di Milan, mengajukan mosi untuk membatalkan penjualan yang disetujui oleh Dewan Kota pada September 2025 lalu.

Hal itu demi mengizinkan pengalihan San Siro dan lahan sekitarnya kepada Inter dan AC Milan.

Inter Milan dan AC Milan menandatangani dokumen pembelian akhir yang diperlukan untuk menyelesaikan operasi yang dimulai bertahun-tahun lalu, kemudian secara resmi dilanjutkan pada 29 September 2025, ketika Kota Milan menyetujui penjualan stadion senilai 197 juta (Rp 4 triliun), yang sebelumnya dimiliki oleh publik.

Baca juga:

Skandal Wasit Guncang Serie A, Gianluca Rocchi Diselidiki atas Dugaan Kecurangan VAR

Biaya 197 juta euro (Rp 4 triliun) akan dibayarkan dalam beberapa angsuran. Pertama, 91,96 juta euro (Rp 1,8 triliun) akan dibayarkan sebelum penandatanganan perjanjian pembelian.

Pembayaran kedua akan dihitung berdasarkan luas permukaan bruto stadion baru dan harus dilakukan dalam waktu 30 hari, setelah persyaratan perencanaan kota tertentu terpenuhi.

Kedua klub Serie A tersebut juga mencapai kesepakatan dengan Banco BPM, yang menjamin mereka pembiayaan sebesar 124 juta euro (Rp 2,5 triliun). (sof)

Baca Artikel Asli