Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Olahraga

Kasus Negreira Memanas! Real Madrid Serahkan Bukti Baru soal Barcelona ke UEFA

Soffi Amira - Kamis, 18 Juni 2026

MerahPutih.com - Real Madrid secara resmi mengumumkan telah menyerahkan berkas kepada UEFA yang berisi dugaan adanya pembayaran jangka panjang yang tidak transparan oleh Barcelona kepada mantan wakil presiden Komite Teknis Wasit Federasi Sepak Bola Spanyol, Jose Maria Enriquez Negreira.

Menurut Los Blancos, pembayaran tersebut dilakukan melalui berbagai struktur perusahaan dan menjadi dasar bagi klub untuk meminta UEFA segera melanjutkan proses disiplin yang sebelumnya telah dibuka.

Klub ibu kota Spanyol itu menilai hal tersebut tak bisa diterima, apabila kasusnya berlarut-larut tanpa penyelesaian yang jelas.

Baca juga:

Barcelona Gagal Permanenkan Marcus Rashford, Manchester United Kini Tunggu Tawaran Baru

Proses UEFA sendiri pertama kali dibuka pada 2023 setelah mengumpulkan informasi awal. Sampai saat ini, kasus tersebut belum ditutup karena UEFA masih menunggu hasil proses pidana yang sedang berlangsung di Spanyol.

Setelah putusan hukum keluar, UEFA akan menentukan apakah perlu menjatuhkan sanksi disiplin kepada Barcelona, termasuk kemungkinan dikeluarkan dari kompetisi Eropa.

Real Madrid Sebut Barcelona Lakukan Korupsi

Real Madrid sebut Barcelona bayar wasit sebesar Rp 150 miliar
Real Madrid sebut Barcelona bayar wasit sebesar Rp 150 miliar. Foto: Dok. FC Barcelona
>Melalui pengajuannya, Real Madrid menitikberatkan pada aspek dugaan korupsi. Alasannya, kategori tersebut merupakan satu-satunya pelanggaran yang tidak memiliki batas waktu kedaluwarsa dalam Peraturan Disiplin UEFA.

Sebagai perbandingan, UEFA menetapkan batas waktu satu tahun untuk pelanggaran yang terjadi di lapangan atau di sekitarnya, sepuluh tahun untuk pelanggaran anti-doping, dan lima tahun untuk pelanggaran lainnya.

Kasus Negreira berkaitan dengan dugaan pembayaran sebesar 7,3 juta euro (Rp 150 miliar) yang disebut dilakukan Barcelona kepada mantan petinggi badan wasit Spanyol tersebut dalam rentang waktu 2001 hingga 2018.

Baca juga:

Salip Atletico dan Barcelona, Begini Cara Jose Mourinho Bujuk Marc Cucurella hingga Gabung Real Madrid

Sementara itu, aturan disiplin di bawah Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) memiliki ketentuan batas waktu yang berbeda.

Sebab, pembayaran terakhir diduga terjadi pada 2018 dan kasus baru terungkap ke publik pada 2023. Jangka waktu yang tersedia untuk membuka proses disiplin di tingkat federasi pun sudah terlampaui.

Kondisi tersebut membuat proses disiplin berdasarkan aturan RFEF tidak dapat dijalankan secara efektif.

Baca juga:

Manchester United Angkat 'Bendera Putih' untuk Sandro Tonali, Tottenham Masih Berjuang

Aturan Batas Waktu Pelanggaran dalam Kode Disiplin RFEF

UEFA segera ambil tindakan terhadap kasus Negreira
UEFA segera ambil tindakan terhadap kasus Negreira. Foto: Dok. Real Madrid
>Pasal 9 Kode Disiplin RFEF yang mengatur mengenai batas waktu pelanggaran dan sanksi menjelaskan, bahwa pelanggaran akan kedaluwarsa setelah tiga tahun, satu tahun, atau satu bulan, tergantung pada klasifikasinya sebagai pelanggaran sangat serius, serius, atau ringan.

Perhitungan masa kedaluwarsa dimulai pada hari setelah pelanggaran terjadi.

Sementara itu, ketentuan yang sama juga berlaku untuk sanksi. Masa kedaluwarsa sanksi dihitung sejak keputusan yang menjatuhkan hukuman menjadi berkekuatan hukum tetap atau sejak terjadinya pelanggaran terhadap kewajiban pelaksanaan sanksi.

Melihat kondisi tersebut, fokus perhatian kini tertuju pada proses hukum yang berlangsung di Spanyol serta keputusan UEFA terkait langkah disiplin yang mungkin akan diambil terhadap Barcelona dalam kasus Negreira. (sof)

Baca Artikel Asli