MerahPutih.com - Jumlah pasien Virus Corona di Indonesia sehari bertambah 435 orang, sehingga total tercatat ada 4.249.758 kasus positif sejak didata 1 Maret 2020 silam.
Data nasional juga mencatat jumlah pasien sembuh hari ini bertambah 470 dengan total 4.096.664 orang. Sedangkan pasien harian yang meninggal bertambah 16 orang, sehingga pandemi total telah memakan korban 143.608 jiwa melayang.
Baca Juga:
Satgas COVID-19 Minta Rumah Sakit Waspada Jelang Libur Nataru
Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito meminta pemerintah daerah untuk siaga, dan mewaspadai empat faktor utama pemicu lonjakan kasus Corona. Terutama, adanya potensi peningkatan mobilitas selama periode libur yang tak dibarengi jumlah testing COVID-19 yang masif.
"Saya minta pemerintah daerah, seluruh lapisan masyarakat untuk bersikap siaga dalam menyongsong periode libur Natal dan Tahun Baru," papar Wiku, secara daring, Kamis (11/11).
Menurut Wiku, testing penting untuk dilakukan demi menekan risiko penularan COVID-19 di masa perjalanan liburan. Tak hanya itu, masyarakat wajib tetap menjaga protokol kesehatan saat tradisi berkumpul baik dari sesi makan bersama hingga keagamaan.
Lebih jauh, Wiku menekankan penyebab peningkatan kasus COVID-19 jelang Nataru cukup komplek sehingga masyarakat maupun pemerintah perlu memperhatikan setiap risiko yang ada.
Dalam laporan mingguan terbaru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Indonesia juga diingatkan untuk mewaspadai peningkatan mobilitas yang kembali meningkat signifikan. Bahkan, di seluruh wilayah Jawa-Bali, peningkatannya kembali tinggi seperti sebelum pandemi Corona.
Satgas Penanganan COVID-19 juga memetakan sejumlah tempat yang menjadi pusat klaster penyebaran pertambahan kasus COVID-19 terbaru. "Tempat belanja, tempat rekreasi, dan fasilitas publik lain yang tidak disertai dengan protokol kesehatan," ungkap Wiku. (Knu)
Baca Juga:
Pasien COVID-19 Melonjak, Rumah Sakit di Solo Tambah Kapasitas Ruang ICU