Kamera Xiaomi 17 Pro Max Gagal Tembus 10 Besar DXOMARK, ini Hasil Lengkapnya
Jumat, 30 Januari 2026 -
MerahPutih.com - Xiaomi 17 Pro Max gagal masuk ke dalam 10 besar peringkat kamera smartphone di DXOMARK.
HP ini berada di peringkat ke-13 dengan skor 159, yang menempatkannya di belakang para pesaingnya, seperti Huawei, Vivo, OPPO, Apple, Google, Honor, dan Motorola.
Xiaomi 17 Pro Max mendapatkan skor Foto 165 dan skor Video 146. Di atas kertas, perangkat keras kameranya kompetitif.
Baca juga:
Spesifikasi Xiaomi 17 Max Bocor, Usung Kamera 200MP dan Baterai Jumbo 8.000mAh
Kekurangan dan Kelebihan Kamera Xiaomi 17 Pro Max
Sementara dalam pengujian foto, Xiaomi 17 Pro Max berkinerja sangat tinggi. Kamera utamanya menghasilkan white balance yang akurat, rendering warna menyenangkan, serta keseimbangan yang sangat baik antara detail dan noise.
Skor penggunaan DXOMARK mencerminkan kekuatan ini, dengan 172 untuk pemotretan luar ruangan dan 161 untuk pemotretan dalam ruangan.
Fotografi potret menjadi sorotan lain yang meraih skor 155. Hal itu berkat rendering warna kulit yang baik, detail wajah yang tinggi, dan pemisahan subjek yang umumnya andal.
Baca juga:
Xiaomi 17 Ultra Leica Edition Siap Meluncur Global, Sudah Muncul di NBTC Thailand
Performa foto dalam kondisi cahaya rendah juga kompetitif. Gambar mempertahankan detail yang baik dengan noise yang terkontrol di seluruh bidikan standar, potret, dan telefoto.
Namun, konsistensi eksposur dapat bervariasi di antara pengambilan gambar berturut-turut, kemudian pencahayaan buatan yang hangat terkadang menimbulkan bias warna oranye.
Masalah-masalah ini, meskipun tidak parah, berkontribusi pada perangkat yang tertinggal dibandingkan pesaing yang berperingkat lebih tinggi.
Performa Kamera Telefoto Xiaomi 17 Pro Max
Pada tingkat zoom ekstrem, pemrosesan AI dapat menimbulkan tekstur yang tidak alami.
Performa video Xiaomi 17 Pro Max paling tertinggal dari 10 besar. Meskipun eksposur dan rentang dinamis sangat baik dalam kondisi terang.
Baca juga:
Bocoran Xiaomi 18, Dikabarkan Bawa Kamera Periskop hingga Fingerprint Ultrasonik
Stabilisasi video jadi lebih lemah dari yang diharapkan untuk sebuah flagship, dengan guncangan kamera yang terlihat, bahkan saat diam.
Transisi white balance bisa tidak stabil, kemudian noise menjadi mengganggu dalam video cahaya rendah. (sof)