Kalah Lagi dari Barcelona, Sikap Kylian Mbappe di Final Piala Super Spanyol Picu Kontroversi

Senin, 12 Januari 2026 - Soffi Amira

MerahPutih.com - Real Madrid kecewa setelah kalah di final Piala Super Spanyol untuk kedua kalinya berturut-turut dari rival abadinya, Barcelona.

Tim asuhan Xabi Alonso kalah dengan skor 3-2. Hal itu tentunya cukup wajar, karena ada banyak emosi yang meluap, termasuk Kylian Mbappe.

Dikarenakan belum sepenuhnya fit setelah mengalami cedera lutut ringan, Mbappe tidak menjadi starter di Jeddah. Lalu, Gonzalo Garcia menggantikannya di lapangan.

Baca juga:

Piala Super Spanyol: Barcelona Juara Setelah Kalahkan Real Madrid 3-2 di Final

Kylian Mbappe tak Berkontribusi saat Laga Barcelona vs Real Madrid

Kylian Mbappe dilanggar Frenkie de Jong di final Piala Super Spanyol
Kylian Mbappe dilanggar Frenkie de Jong di final Piala Super Spanyol. Foto: Dok. Real Madrid
>Mbappe masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua, tetapi tidak mampu membuat perbedaan dari bangku cadangan. Ia hanya menjadi korban pelanggaran yang berujung pada pengusiran Frenkie de Jong dari lapangan pada menit ke-90.

Mbappe terlihat kesal setelah kalah di final ketiganya berturut-turut sebagai pemain Madrid. Setelah menerima medali runner-up, kamera Esport3 menangkapnya sedang mendesak rekan-rekan setimnya untuk tidak memberikan penghormatan kepada Barca saat mereka berjalan menuju trofi Piala Super Spanyol.

Hal itu pun diikuti oleh rekan-rekan setimnya di Madrid, yang tak satu pun dari mereka berbaris untuk memberi penghormatan kepada Barca.

Namun, sikapnya menuai banyak kritik, terutama dari pendukung klub Catalan, yang mengklaim bahwa itu adalah kurangnya rasa hormat dari penyerang Prancis tersebut.

Baca juga:

Nekat Banget! Chelsea Siap Bayar Rp 3,1 Triliun ke Real Madrid demi Datangkan Vinicius Junior

Kylian Mbappe Ingin Raih Banyak Trofi di Real Madrid

>Kylian
Kylian Mbappe mau dapat banyak trofi di Real Madrid. Foto: Dok. Real Madrid

Setahun terakhir ini sangat mengecewakan bagi Madrid, yang belum memenangkan trofi sejak Piala Interkontinental pada Desember 2024.

Bisa dimengerti, ada banyak frustrasi dan kemarahan setelah kesempatan yang terlewatkan lagi. Namun, keadaan telah membaik di bawah asuhan Alonso dalam beberapa minggu terakhir. Jadi, ada tanda-tanda positif yang dapat mereka ambil untuk ke depannya.

Keputusan Mbappe tentu saja tidak menyenangkan banyak orang, tetapi dia merupakan seorang pemenang sejati. Mbappe sangat ingin memenangkan trofi berikutnya sebagai pemain Madrid, dengan peluang yang akan datang di La Liga, Liga Champions, dan Copa del Rey. (sof)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan