Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Olahraga

Kalah dari Bosnia, Gianluigi Donnarumma Akui Hancur Gagal Bawa Italia ke Piala Dunia 2026

Soffi Amira - Kamis, 02 April 2026

MerahPutih.com - Kiper Manchester City, Gianluigi Donnarumma mengungkapkan, bahwa ia "menangis karena kesedihan yang mendalam" setelah Italia dikalahkan oleh Bosnia dan Herzegovina di babak playoff Piala Dunia 2026.

Hal itu memperpanjang penantian luar biasa kiper tersebut untuk mencatatkan penampilan pertamanya di Piala Dunia.

Donnarumma melakukan debut seniornya untuk Italia pada 2016 ketika berusia 17 tahun. Namun, juara empat kali Piala Dunia gagal lolos di tiga edisi terakhir, dengan kekalahan adu penalti di Sarajevo sebagai kekecewaan terbaru.

Donnarumma, yang berusia 15 tahun ketika Italia kalah melawan Uruguay dan tersingkir dari babak penyisihan grup Piala Dunia 2014, bakal menginjak 31 tahun saat Piala Dunia 2030 di Maroko, Portugal, dan Spanyol.

Baca juga:

Ironi Gianluigi Donnarumma: Selamatkan Bola, Italia Malah Tersingkir di Piala Dunia 2026

Gianluigi Donnarumma Menangis usai Italia Tersingkir di Piala Dunia 2026

Ia menyebutkan, betapa sakitnya kekalahan di final play-off Piala Dunia 2026 zona Eropa lewat unggahan di Instagram pribadinya.

"Setelah pertandingan, saya menangis. Saya menangis karena kekecewaan karena tidak mampu membawa Italia ke tempat yang seharusnya," tulis mantan kiper Paris Saint-Germain (PSG) dan AC Milan itu.

"Saya menangis karena kesedihan yang luar biasa yang saya rasakan, bersama dengan seluruh tim Azzurri, yang dengan bangga saya kapteni, dan saya tahu Anda, para penggemar tim nasional kita, juga merasakannya."

Donnarumma merupakan salah satu penjaga gawang terbaik di dunia, tetapi gagal menyelamatkan satu pun penalti Bosnia dan Herzegovina.

Baca juga:

Italia Masih Berpeluang Lolos ke Piala Dunia 2026? Begini Skenarionya

Sementara itu, Pio Esposito dan Bryan Cristante juga gagal mencetak gol dari penalti.

Kekalahan dari Bosnia dan Herzegovina yang berada di peringkat ke-66 dunia dicap sebagai "kiamat ketiga" oleh media Italia. Namun, Donnarumma telah mengatakan kepada rekan-rekan setimnya untuk bangkit kembali.

"Kita harus menemukan keberanian untuk membuka lembaran baru, sekali lagi," tambahnya.

"Selalu percaya; inilah kekuatan pendorong di balik kemajuan. Karena hidup memberi penghargaan kepada mereka yang memberikan segalanya, tanpa menahan diri. Dan di sinilah kita harus memulai lagi. Bersama. Sekali lagi. Untuk membawa Italia kembali ke tempat yang seharusnya." (sof)

Baca Artikel Asli