Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Olahraga

Juventus Hancur Lebur, Teun Koopmeiners Jadi Simbol Kegagalan Transfer Bianconeri

Angga Yudha Pratama - Rabu, 20 Mei 2026

Merahputih.com - Bursa transfer Juventus menuai sorotan tajam setelah performa gelandang asal Belanda, Teun Koopmeiners, tampil mengecewakan sepanjang musim ini.

Manajemen Bianconeri kini menghadapi tekanan besar akibat inkonsistensi strategi perekrutan pemain dalam lima tahun terakhir.

Kegagalan investasi besar-besaran ini memicu kritik publik, sekaligus memaksa klub merombak total skuad demi mempertahankan daya saing di Liga Italia dan kompetisi Eropa.

Baca juga:

Juventus Bisa Rugi Besar jika Gagal Lolos ke Liga Champions 2026/27, Pendapatan Terancam Anjlok

Pengamat sepak bola Italia, Lele Adani, menilai raksasa Turin tersebut salah melangkah dalam menyusun komposisi tim.

Adani bahkan melabeli Teun Koopmeiners sebagai kegagalan transfer terbesar klub dalam setengah dekade terakhir karena kontribusi sang pemain minim di lapangan.

Kritik Tajam Perekrutan Juventus

Adani menyoroti penurunan performa lini depan dan lini tengah Juventus secara keseluruhan. Menurutnya, keputusan manajemen memadukan pemain baru justru merusak stabilitas taktik tim.

Yildiz terkadang membuat pilihan kurang tepat musim ini. Vlahovic, datang sebagai pemain pemecah masalah, hampir tidak mampu menghentikan bola hari ini. Koopmeiners mungkin rekrutan terburuk klub dalam lima tahun terakhir,

ujar Adani kepada Calciomercato.

Adani menambahkan bahwa kelemahan mental dan kurangnya kepribadian skuad saat ini mempersulit langkah klub menghadapi masa depan.

Ketika menggabungkan pemain, Anda membuat pilihan buruk dan tidak kuat secara taktik, tidak stabil secara mental, tidak memiliki kepribadian pantas untuk kualifikasi sepenting ini,

ucap Adani.

Baca juga:

Juventus Terancam Gagal ke Liga Champions 2026/27, Bernardo Silva Bisa Berpaling ke Barcelona

Tanggung Jawab Pelatih

Selain manajemen, Adani menuntut pertanggungjawaban tim pelatih atas kemunduran prestasi klub di panggung domestik maupun internasional.

Kita juga harus menyalahkan pelatih, karena kita telah melakukannya dalam konteks lain, dan Spalletti juga, saya suka dia mengambil tanggung jawab hari ini. Dia memiliki tanggung jawab karena tim ini, meskipun masih melangkah maju, juga melangkah mundur. Ini berarti gagal dalam persaingan Liga Champions,

kata Adani menutup sesi wawancara.
Baca Artikel Asli